SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

Blogger ini muncul berdasarkan dari beberapa permintaan saudara-saudariku semua..

Alhamdulillah akhirnya tercapai juga dan selesai sudah blogger ini dibuat...

Namun kesempurnaan blogger ini belumlah maximal.

Semoga dihari..hari mendatang dapat disempurnakan blogger ini

Dan blogger ini tercipta dan ada... karena... diri saudara-saudariku semua..

Dan...tiada artinya blogger"NOTE UNTUK KAMU" ini.. jika saudara-saudariku tidak berada didalamnya....

Salam Ukhwah..........

Jul 23, 2012

KEKELIRUAN DALAM SHALAT

“Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu.” (HR. An Nasa’I : 463)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTyF5S247IVaFEzdL_itS-FWKn6IbtUEEUkw4fvAVYT8AtX2C8jTURmdFekt1vf_2rIVA0GMaTdx7pWjpzBhjecyG1rFPv3XKXGs3y2iDXaKV3upA1vUyTtx5uYi-46favE6jWHhevmLuq/s400/sholat+yg+salah.jpg
Banyak orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya, yang mungkin bisa membuat amalan shalatnya tidak sempurna.
  1. Menunda–nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan.
    Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah عزوجل ,
    , “Sesungguhnya shalat suatu kewajiban yang telah ditetepkan waktunya bagi orang-orang beriman”. (QS. An-Nisa : 103)
  2. Tidak shalat berjamah di masjid bagi laki-laki.
    Rasullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Barang siapa yang mendengar panggilan (azan) kemudina tidak menjawabnya (dengan mendatangi shalat berjamaah), kecuali uzur yang dibenarkan”. (HR. Ibnu Majah Shahih) Dalam hadits bukhari dan Muslim disebutkan. “Lalu aku bangkit (setelah shalat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah, kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah.”
  3. Tidak tuma’minah dalam shalat.
    Makna tuma’minah adalah, seseorang yang melakukan shalat, diam (tenang) dalam ruku’.i’tidal,sujud dan duduk diantara dua sujud.
Dia harus ada pada posisi tersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan pada tempatnya yang sesuai.
Tidak boleh terburu-buru di antara dua gerakan dalam shalat, sampai dia seleasi tuma’ninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya.
Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda kepada seseorang yang tergegesa dalam shalatnya tanpa memperlihatkan tuma;minah dengan benar, “Ulangi shalatmu, sebab kamu belum melakukan shalat.”
  1. Tidak khusu’ dalam shalat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya.
    Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah megnerjakan shalatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setangah darinya. “ (HR. Abu Dawud, Shahih) mereka tidak mendapat pahala shlatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya kekhusyu’an dalam hati atau melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan dalam shalat.
  2. Sengaja mendahului gerakan iman atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya.
    Perbuatan ini dapat membatalkan shalat atau rakaat-rakaat.
Merupakan suatu kewajiban bagi mukmin untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya atau melambat-lambatkan sesudahnya pada setiap rakaat shalat.
 Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya. Jika ia bertakbir maka bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia ruku’ maka ruku’lah dan jangan ruku’ sampai imam ruku’ “. (HR. Bukhari)
  1. Berdiri untuk melengkapi rakaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan kekanan.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jangan mendahuluiku dalam ruku’, sujud dan jangan pergi dari shalat (Al-Insiraf)”.
Para ulama berpedapat bahwa Al-Insiraf, ada pada tasyahud akhir.
Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya sampai imam menyelesaikan shalatnya (sempurna salamnya).
Baru setalah itu dia berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal.
  1. Melafadzkan niat.
    Tidak ada keterangan dari nabi صلى الله عليه وسلم maupun dari para sahabat bahwa meraka pernah melafadzkan niat shalat. Ibnul Qayyim rmh menyatakan dalam Zadul-Ma’ad “Ketika Nabi صلى الله عليه وسلم berdiri untuk shalat beliau mengucapkan “Allahu Akbar“, dan tidak berkata apapun selain itu.
Beliau صلى الله عليه وسلم juga tidak melafalkan niatnya dengan keras.
  1. Membaca Al-Qur’an dalam ruku’ atau selama sujud.
    Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur’an selama ruku’ atau dalam sujud.” (HR. Muslim)
  2. Memandang ke atas selama shalat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Cegalah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan keatas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi”. (HR. Muslim)
  1. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan apapun.
    Diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها, bahwa ia berkata, “Aku berkata kepada Rasulallah صلى الله عليه وسلم tentang melihat ke sekeliling dalam shalat Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam shalatnya”. (HR. Bukhari)
  2. Seorang wanita yang tidak menutupi kepala dan kakinya dalam shalat.
    Sabda Rasulallah صلى الله عليه وسلم, “Allah tidak menerima shalat wania yang sudah mencapai usia-haid, kecuali jiak dia memakai jilbab (khimar)”. (HR. Ahmad)
  3. Berjalan di depan orang yang shalat baik orang yang dilewati di hadapanya itu sebagai imam, maupun sedang shalat sendirian dan melangka (melewati) di antara orang selama khutbah shalat Jum’at.
    Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika orang yang melintas didepan orang yang sedang shalat mengetahui betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 tahun dari pada berjalan didepan orang shalat itu”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Adapun lewat diantara shaf orang yang sedang shalat berjamaah, maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur bedasarkan hadits Ibnu Abbas رضي الله عنه : “Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh. Rasulallah صلى الله عليه وسلم sedang shalat bersama orang –orang Mina menghadap kedinding.
Maka saya lewat didepan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk kedalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya”. (HR. Al-Jamaah).
Ibnu Abdil Barr berkata, “Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa’id yang berbunyi “Jika salah seorang dari kalian shalat, jangan biarkan seseorangpun lewat didepannya”. (Fathul Bari: 1/572)
  1. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat baik ketika imam sedang duduk atau sujud.-
Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera mengikuti imam pada posisi bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang lainnya.
  1. Seseorang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya.
    Hal ini mengurangi kekhusyu’an. Rasulallah صلى الله عليه وسلم melarang mengusap krikil selama shalat, karna dapat merusak kekhusyu’an,
Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, cegahlah ia untuk tidak menghapus krikil sehingga ampunan datang padanya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)
  1. Menutup mata tanpa alasan
    Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, “Menutup mata buka dari sunnah rasul صلى الله عليه وسلم”.
Yang terbaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu’an shalat, maka lebih baik melakukannya.
Namun jika hiasan, ornament dsn sebagainya disekitar orang yang shalat atau antara dirinya dengan kiblat mengganggu konsentrasinya, maka dipoerbolehkan menutup mata.
Namun demikian pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini. Wallahu A’lam.
  1. Makan atau minum atau tertawa.
    “Para ulama berkesimpulan orang yang shalat dilarang makan dan minum. Juga ada kesepakatan diantara mereka bahwa jika seseorang melakukannya dengan sengaja maka ia harus mengulang shalatnya.
  2. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya.
    Ibnu Taimuiyah menyatakan, “Siapapun yang membaca Al-Qur’an dan orang lain sedang shlat sunnah, maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya dengan suara keras karean akan mengganggu mereka.
Sebab, Nabi صلى الله عليه وسلم pernah meninggalkan sahabat-sahabatnya ketika mereka shalat ashar dan Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Hai manusia setip kalian mencari pertolongan dari Robb kalian. Namun demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian”.
  1. Menyela di antara orang yang sedang shalat.
    Perbuatan ini teralarang, karena akan mengganggu.
Orang yang hendak menunaikan shalat hendaknya shalat pada tempat yang ada.
Namun jika ia melihat celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu, maka hal ini di perbolehkan.
Larangan ini lebih ditekankan pada jama’ah shalat Jum’at, hal ini betul-betul dilarang.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda tentang merka yang melintasi batas shalat, “Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang”.
  1. Tidak meluruskan shaf.
    Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan shalat yang benar” (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Mengangkat kaki dalam sujud.
    Hal ini bertentangan dengan ynag diperintahkan sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadits shahih dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, “Nabi صلى الله عليه وسلم telah memerintah bersujud dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambur atau dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki.”
Jadi seseorang yang shalat (dalam sujud), harus dengan dua telapak kaki menyentuk lantai dan menggerakan jari-jari kaki menghadao kiblat.
Tiap bagian kaki haris menyentuk lantai.
Jika diangkat salah satu dari kakinya, sujudnya tidak benar.
Sepanjang dia lakukanutu dalam sujud.
  1. Meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan dan memposisikannya di leher.

Hal ini berlawanan dengan sunnah karena Nabi صلى الله عليه وسلم meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkan keduanya di dada beliau.
Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamya.
Tapi dalam hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan lainnya.
  1. Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan tujuh angota tubuh (seperti dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutuk dan jari-jari kedua telapak kaki).
    Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud bersamanya: wajah, kedu telapak tangan kedua lutut dan kedua kaki”. (HR. Muslim)
  2. Menyembunyikan persendian tulang dalam shalat.
    Ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam shalat.
Hal ini didasarkan pad sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shu’bah budak Ibnu Abbas yang berkata, “Aku shalat di samping Ibnu Abbas dan aku menyembunyikan persedianku.”
Selesai shalat di berkata, “Sesungguhnya kamu kehilangan ibumu! karena menyembunyikan persendian ketika kamu shalat!”.
  1. Membunyikan dan mempermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum shalat.
    Rasulallah صلى الله عليه وسلم ,
“Jika salah seorang dari kalian wudhu dan pergi kemasjid untuk shalat, cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu) ia sudah termasuk waktu shalat.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)
  1. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak.
    Merupakan hal yang penting, bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang agama dan mampu membaca Al-Qur’an dengan benar.
Sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم “Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Qur’an” (HR. Muslim)
  1. Wanita masuk ke masjid dengan mempercantik diri atau memakai harum-haruman.
    Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jangan biarkan perrempuan yang berbau harum menghadiri shalat isya bersama kita.” (HR. Muslim)
  2. Shalat dengan pakaian yang bergambar, apalagi gambar makhluk bernyawa.
    Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang shalat di belakangnya.
  3. Shalat dengan sarung, gamis dan celana musbil (melebihi mata kaki).
    Banyak hadits rasulallah صلى الله عليه وسلم yang meyebutkan larangan berbuat isbal diantaranya :
    • Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : sesungguhnya Allah tidak menerima shalat seseorang lelaki yang memakai sarung dengan cara musbil.” (HR. Abu Dawud (1/172 no. 638)
    • Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : Allah عزوجل tidak (akan) melihat shalat seseorang yang mengeluarkan sarungnya sampai ke bawah (musbil) dengan perasaan sombong.” (Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382)
    • Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka.” (HR.Bukhari : 5887)
  4. Shalat di atas pemakaman atau menghadapnya.
    Rasulallah صلى الله عليه وسلم berabda, “Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian melakukan hal itu.” (HR. Muslim : 532)
  5. Shalat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas).
    Nabi صلى الله عليه وسلم melarang perbuatan tersebut seraya bersabda : “Apabila salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekati sutahnya sehingga setan tidak dapat memutus shalatnya. (Shahih Al-Jami’ : 650)

Inilah contoh perbuatan beliau صلى الله عليه وسلم “Apabila beliau صلى الله عليه وسلم shalat di temapt terbuka yang tidak ada seorangpun yang menutupinya, maka beliau menamcapkan tombak di depannya, lalu shalat menghadap tombak tersebut, sedang para sahabat bermakmum di belakangnya.
Beliau صلى الله عليه وسلم tidak membiarkan ada sesuatu yang lewat di antara dirinya dan sutrah tresebut.” Shifat Shalat Nabi صلى الله عليه وسلم, karya Al-Albani (hal : 55)

Jul 18, 2012

KEHEBATAN AYAH KITA


dibawah ini adalah beberapa kehebatan seorang ayah dalam keluarga, yang mungkin tidak kita sadari,
Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya,menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.


Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.


Ayah selalu tepat janji...!
Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.


Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.


Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.


Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis….jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau selalu bisa mengenalinya.


Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup


Ayah benar-benar senang membantu seseorang tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.


Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.
Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan”

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill.


Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malamwalaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.


Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika Ondel2 lewat.


Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.


Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu di hari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI…..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .


Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..


Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya....


Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….


Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata ,,tidak”


Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”


Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.


Ayah mengira seratus adalah tip..seribu adalah uang saku..

Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…


Ayah tidak suka meneteskan air mata ….ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh pocong…tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.


Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”
Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”


Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak...! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”


Ayah bersikeras....,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….


Ayah bisa membuatmu percaya diri…karena ia percaya padamu…
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah…
Setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk tumis kangkung paling lezat sedunia, untuk tempat duduk terbaik di bahumu yang begitu kekar ketika aku ingin melihat ondel2, untuk tetes “air mata laki-laki “yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati.


Ternyata ayah DIRIMU itu benar-benar MENAKJUBKAN

Jul 13, 2012

TANDA-TANDA LELAKI YANG SHALEH

Banyak sekali diantara lelaki dalam hidupnya yang menginginkan mendapatkan seorang wanita yang shalehah, wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya. 
Dengan mendapatkan wanita yang shalehah mereka berharap akan mendapatkan kehidupan yang senantiasa bahagia baik di dunia dan di akhirat kelak. 
Konon kabarnya wanita shalehah jika seandainya nanti kedua-duanya masuk surga akan menjadi salah satu bidadarinya. InsyaAllah.
shaleh-shalehah
Tetapi yang jadi pertanyaannya adalah, sejauh mana lelaki tersebut bisa mengoptimalkan keshalehan dirinya sendiri tanpa menuntut orang lain yang notabene orang yang akan menjadi pasangannya untuk menjadi seorang wanita yang shalehah....? sementara dirinya jauh dari keshalehan. 
Orang yang berakal tentunya dia akan berusaha untuk menjadikan dirinya sebagai lelaki yang shaleh terlebih dahulu sebelum ia mencari pasangan yang shaleh pula. 
Agar dalam pencariannya tidak mendapatkan kesulitan.

Nah, seperti apa sih ciri daripada laki-laki shaleh itu.......?
Rasanya tidak adil bila kita sering mendapatkan pencerahan dan pembahasan di majlies-majlis ilmu tentang wanita shaleha sedangkan pembahasan meengenai laki-laki shaleh sering diabaikan samasekali.
Oke, langsung saja, Sahabat. 
Laki-laki shaleh itu adalah pada intinya ia selalu dekat dengan kebaikan dan selalu mencintai kebaikan, ia senang dengan orang-orang yang berbuat baik dan selalu menyempatkan dirinya berkumpul dengan orang-orang yang berbuat baik. 
Dan inti yang kedua adalah lelaki shaleh itu juga sangat membenci yang namanya keburukan atau lebih jelasnya disebut perbuatan maksiat. 
Perbuatan yang dapat mendatangkan kecelakaan bagi dirinya baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. 
Kemudian penjabarannya seperti apa...?
Inilah ciri laki-laki shaleh secara detainya:
1. Ia senantiasa taat dan tunduk kepada Allah Subhanaahu Wa Ta'ala dan Rasullulah Shallallahu Alaihi Wasallam
2. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah Subhanaahu Wa Ta'ala
3. Ikhlas dalam beramal.
4. Selalu berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit
5. Jihad Fisabilillah adalah tujuan hidupnya.
6. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.
7. Sangat takut kepada ancamannya Ancaman Allah Subhanaahu Wa Ta'ala
8. Kampung akhirat mejadi tujuan utama hidupnya.
9. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
10. Sholat malam menjadi kebiasaannya.
11 Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
12. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
13. Sangat kuat Amar ma’aruf dan Nahi munkarnya.
14. Tawakal dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah Subhanaahu Wa Ta'ala
15. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi kebodohan manusia, senantiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah swt
16. Sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahasiaan.
17. Memiliki Kasih Sayang yang tinggi dan Perhatian yang penuh bagi keluarganya
18. Setia dan bertanggung jawab kepada keluarganya
Bagaimana sahabat semua, apakah sahabat-sahabatku termasuk diantaranya.........?
Atau  sahabat-sahabatku memiliki kriteria lain tentang lelaki shalehah ini... dan ada yang ingin menambahkan nya... ? silahkan dishare untuk saya di kolom komentar yah..........!

Jul 12, 2012

IKHLAS APA MAKNANYA


Makna Ikhlas, Apakah Ikhlas itu, Arti Ikhlas
Ikhlas karena Allah artinya apabila seseorang memaksudkan ibadahnya untuk bertaqarrub ( mendekatkan diri ) kepada Allah dan bertawassul ( menjadikan ibadahnya itu untuk mencapai ) kemuliaan-Nya.

Apabila seseorang memaksudkan ibadahnya untuk sesuatu yang lain, maka disini ada uraiannya, yang dapat dirinci menurut tiga macam golongan :

1.Seseorang bermaksud untuk taqarrub kepada selain Allah dalam ibadah ini dan untuk mendapatkan sanjungan dari orang lain. 


Tentu saja hal ini menggugurkan pahala amal dan ini termasuk syirik.

Dalam hadits qudsi Allah berfirman :" Aku adalah sekutu yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakkukan suatu amal yang dia menyekutukan selain Aku di dalamnya bersamaKu, maka Aku meninggalkannya dan dia tetap dalam sekutunya".

2. Ibadahnya dimaksudkan untuk mencapai tujuan duniawi, seperti kursi kepemimpinan,kedudukan dan harta, tanpa memaksudkannya untuk taqarrub kepada Allah, maka amal semacam ini gugur dan tidak dapat mendekatkanya kepada Allah sebagai mana Allah berfirman :
" Barang siapa yang menghendaki kehiduupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepadanya balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan, Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan " ( Hud: 15-16 ).

Perbedaan antara golongan pertama dan kedua, kalau golongan pertama bermaksud agar mendapat sanjungan dari ibadahnya kepada Allah, sedang golongan kedua tidak bermaksud agar dia disanjung sebagai ahli ibadah kepada Allah, dan dia tidak ada kepentingan dengan sanjungan manusia karena perbuatannya

3. Seseorang memaksudkan ibadahnya untuk taqarrub kepada Allah dan sekaligus untuk tujuan duniawi yang bisa diperolehnya.

Seperti dia bermaksud membersihkan badan di samping berniat beribadah kepada Allah tatkala melakukan thaharah , mendirikan shalat sambil melatih badan dan pergerakkannya, puasa sambil menyusutkan berat badan dan menghilangkan kelebihan lemak, menunaikan ibadah haji sambil melihat masya'ir dan para jama'ah, semua ini dapat mengurangi balasan keikhlasan.

Andaikata yang lebih banyak adalah niat ibadah, maka dia kehilangan balasan kesempurnaan amal.

Tetapi hal itu tidak menyeretnya kepada dosa, yang didasarkan pada firman Allah :
"Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia(rizki hasil perniagaan ) dari Rabb-Mu" ( al-Baqarah:198).

Apabila yang lebih banyak adalah niat untuk selain ibadah, maka dia tidak memperoleh balasan di akhirat. 


Tetapi balasannya hanya dia peroleh di dunia saja.

Bahkan dikhawatirkan hal itu akan menyeretnya kepada dosa.

Sebab dia menjadikan ibadah yang mestinya merupakan tujuan paling tinggi, sebagai sarana untuk mendapat kan keduniaan yang rendah nilainya, akhirnya ia termasuk orang-orang yang merugi

Allah firmankan :
{ dan diantara mereka ada orang yang mencelamu tentang pembagian zakat, jika mereka diberi sebagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah }.Terjemah QS: At-Taubah:58.

Dalam sunan Abu Daud, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu :
Sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, seseorang ada yang ingin berjihad, dan dia ingin mendapatkan imbalah dari imbalan dunia…..?

Maka Beliau berkata : "Tidak ada pahala baginya" orang itu mengulang hingga tiga kali.
Dan beliau berkata," tidak ada pahala baginya".

Dan dalam hadits Bukhari dan Muslim,Rasulullah bersabda :"
Barangsiapa yang hijrahnya untuk dunia yang bisa diperolehnya atau untuk wanita yang bisa dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia berpindah kepadanya".

Apabila dua tujuan dalam takaran yang berimbang, niat ibadah tidak lebih banyak daripada niat selain ibadah, maka penilaian yang lebih dekat dengan kebenaran ialah, dia tidak mendapat pahala apa-apa.

Perbedaan antara golongan ini dengan golongan sebelumnya, bahwa tujuan selain ibadah pada golongan sebelumnya merupakan itu sasarannya.

Kehendaknya merupakankehendak yang berasal dari amalnya, seakan-akan apa yang dituntut dari pekerjaannya hanyalah urusan dunia belaka.

Apabila ada yang bertanya : apakah timbangan untuk mengetahui tujuan orang yang termasuk dalam golongan ini, lebih banyak untuk ibadah atau pun bukan untuk ibadah …?

Dapat dijawab :
Timbangannya ialah apabila dia tidak menuruh perhatian kecuali kepada ibadah, berhasil maupun tidak , maka hal ini telah menunjukkan niatnya lebih besar tertuju untuk ibadah. 


Dan kebalikannnya merupakan indikasi dari kebalikannya pula.

Bagaimanapun juga, niat adalah perkataan hati, yang urusannya amat besar dan penting.

 Seseorang bisa naik ke derajat shiddiqin dan bisa melorot ke tingkatan orang-orang yang paling bawah karena perkataan hati itu.

Sebagian orang salaf berkata : diriku tidak pernah berperang melawan sesuatu seperti perangnya menghadapi keikhlasan ." kita memohon keikhlasan dalam niat dan kebaikan dalam amal kepada Allah bagi kami dan juga bagi kalian semua.

IBLIS MEMBERIKAN KESAKSIAN DAN MEMBUKA RAHASIANYA


Dari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seorang dari luar rumah:” wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk........?

Sebab.............. kalian akan membutuhkanku.........

“Rasulullah bersabda.” Tahukah kalian siapa yang memanggil.........?

” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”.

Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.

” Umar bin Khattab berkata : “izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat........?

Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya.

Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad.

Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah Subhanaahu Wa Ta'ala sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu..........?”

Iblis menjawab: ” Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.

“Siapa yang memaksamu.......?”

“Seorang malaikat utusan Allah mendatanganiku dan berkata: Allah Subhanaahu Wa Ta'ala memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri.

Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia.

Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya.

Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin “.

“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu.

Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku.

Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.

*Orang yang dibenci Iblis*

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci........?”

iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya........?” tanya Rasulullah

“Pemuda yang bertaqwa memberikan dirinya mengabdi kepada Allah Subhanaahu Wa Ta'ala.”

“Lalu Siapa lagi.........?”

“Orang alim dan wara’ (loyal)”

“Lalu siapa lagi........?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi.........?”

“Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain..........?”

“Apa tanda kesabarannya.........?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar”.

“Selanjutnya apa.........?”

“Orang yang bersyukur”

“Apa tanda kesukurannya.......... ?”

“ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.

“Orang seperti Abu Bakar menurutmu.........?”

“Ia tidak menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab........?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan............?”

“Aku Malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib.........?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya.

Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah Subhanaahu Wa Ta'ala).

* Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis*

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat............ ?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar,” “kenapa................ ?”

“Sebab, setiap seorang hamba abersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa............ ?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji............ ?”

“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al – qur’an............ ?”

“Aku merasa meleleh laksana timah di atas api”

“Jika ia bersedekah”

“ Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu............ ?”

“ Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya.

Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu.......... ?”

“Suara kuda perang dijalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu........... ?”

“Taubat orang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu........?”

“Istighfar diwaktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?”

“ Sedekah yang diam – diam.”

“ Apa yang dapat merusak wajahmu............ ?”

“ Shalat fajar.”

“ Apa yang dapat memukul kepalamu............ ?”

“Shalat berjama’ah.”

“ Apa yang paling mengganggumu.......... ?”

“ Majelis para ulama.”

“ Bagaimana cara makanmu............... ?”

“ Dengan tangan kiri dan jariku .”

“ Dimanakah kau menaungi anak – anak mu dimusim panas............. ?”

“ Dibawah kuku manusia .”

* Manusia Yang Menjadi Teman Iblis*

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis.......... ?”

“Pemakan riba”

“Siapa sahabatmu............ ?”

“ Pezina”

“ Siapa teman tidurmu “

“ Pemabuk. “

“ Siapa utusanmu.......... ?”

“ Tukang sihir.”

“ Apa yang membuatmu gembira......... ?”

“ Bersumpah dengan cerai.”

“ Siapa kekasihmu..........?”

“ Orang yang meninggalkan shalat jum’at.”

“ Siapa manusia yang paling membahagiakanmu.......... ?”

“ Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

*Iblis Tidak Berdaya Dihadapan Orang yang Ikhlas*

Rasullullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu bersabda :”Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu”.

“Iblis segera menimpali : “ tidak.

Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.

Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.

Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu.........?”

“Tidaklah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas.

Jika kau lihat orang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya.

Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku. “

*Iblis dibantu oleh 70.000 anak – anaknya*

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak dan setiap anak memilki 70.000 syaitan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama.

Sebagian untuk mengganggu anak – anak muda, sebagian untuk mengganggu orang tua sebagian untuk menggunggu wanita tua, sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjama’ah.

Tanpanya manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjama’ah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu dimata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur hingga pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada dilidah manusia.

Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seseorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk dipinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaitan juga berkata ,”Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya.

Mereka......., anak –anakku selalu menyusup dan berubah ke satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu......., Muhammad.......... ? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun.

Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika.

Aku terus meggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

*Cara Iblis Menggoda*

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku........?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku.

Barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad...............?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa derngan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar.

Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya.

Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat.

Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.............

Wahai Muhammad........ umatmu ada yang suka mengulur – ngulur shalat,

Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikkan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya ke mukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat.

Namun aku bisikkan ke telinganya lihat kiri dan kananmu, ia pun menoleh.

Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku ucapkan ‘salatmu tidak sah’.

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas.

Ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjama’ah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkan sebelum iamam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat.

Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. dan ia pun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedangfkan aku amemerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat.

Aku katakan padanya, “Kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat.

Orang sakit dan miskin tidak.

Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.

Ia pun mati dalamkekafiran.

Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, apakh engkau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam....... ?”

*10 Permintaan Iblis Kepada Allah Subhanaahu Wa Ta'ala*

“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu........?”

“10 macam”

“ Apa saja.............?”

“Aku....... minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.

Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan”(Qs Al Isra :64).

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya.

Aku.......... juga dari makanan haram dan bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku......... minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah.

Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.

Aku........... minta agar bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku........ minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku........ minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku........ minta agar Allah memberikan saudaraku, maka ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, “ Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaitan. “(Qs. Al – Isra:27).

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan......aku........ minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silakan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “ Wahai Muhammad, aku tak bisa meyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda,”

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun.

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya.

Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah Subhanaahu Wa Ta'ala” (QS Hud : 118 – 119).

Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku: (Qs Al-Ahzab :38). Iblis lalu berkata : “Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering.

Maha suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk – makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu.

Dan aku tak berbohong.” #
Sumber : Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyidin Ibnu Arabi /Darul ‘Ilmi al – Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.

( Ulama wara berkata : Berbuat baiklah sekuat tenagamu untuk mencapai SURGA, dan janganlah engkau Menyandarkan terlebih dahulu kepada TAKDIR).