SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

Blogger ini muncul berdasarkan dari beberapa permintaan saudara-saudariku semua..

Alhamdulillah akhirnya tercapai juga dan selesai sudah blogger ini dibuat...

Namun kesempurnaan blogger ini belumlah maximal.

Semoga dihari..hari mendatang dapat disempurnakan blogger ini

Dan blogger ini tercipta dan ada... karena... diri saudara-saudariku semua..

Dan...tiada artinya blogger"NOTE UNTUK KAMU" ini.. jika saudara-saudariku tidak berada didalamnya....

Salam Ukhwah..........

May 23, 2012

IKHTIAR,USAHA..JANGAN DIHITUNG SECARA MATEMATIS


Rizki atau banyak orang menyebutnya dengan kata rejeki, saya ndak tahu mana kata yang benar menurut kamus bahasa Indonesia tapi bukan itu yang akan kami bahas disini, banyak orang belum berani memutuskan untuk menikah gara-gara dia belum mapan dari segi pekerjaan dan lainnya, atau Takut melakukan sesuatu karena penghasilannya kalau dihitung-hitung secara matematis tidak cukup, atau banyak lagi pertibangan yang lainnya yang berkaitan dengan Rizki yang kita terima dari Sang Khalik, tapi yakinlah sebagai orang yang mempunyai keyakinan bahwa Rizki itu memang telah diatur dari  sana-Nya, tugas kita hanya mencari dan berusaha semaksimal mungkin selanjutnya kita berserah diri

Banyak kejadian yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari kalau kita hitung secara matematika gaji yang kita terima dalam satu bulan itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tapi dalam kenyataannya entah bagaimana ternyata tanpa kita sadari bisa cukup Subhanallah, dan ini yang kadang kita lupa mensyukurinya, sebagai manusia modern memang perhitungan matang sebelum melakukan sesuatu adalah hal yang mutlak kita lakukan, tapi yang perlu diingat adalah jangan sampai hitung-hitungan yang kita buat menjadikan kita menjadi mundur untuk melakukan kebaikan dalam hidup, karena berusaha dan berserah diri adalah ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa kita pisahkan, salam.

May 18, 2012

PEMENANG.....

Aku adalah mahluk terbaik ciptaan Allah,
Semenjak aku terbentuk di dalam sulbi orang tuaku, aku sudah yakin bahwa aku adalah seorang pemenang, ketika teriakan pertamaku menggema itu adalah teriakan tanda keberhasilanku, dan saat itu pastilah bahagia kedua orang tuaku, begitupula ketika aku beranjak untuk bisa merangkak, berdiri, hingga berbicara semua adalah bukti bahwa aku memang pemenang.

Aku juga terbukti memang seorang pemenang ketika berhasil melewati proses studiku sejak sekolah dasar, sekolah menengah hingga menengah atas, bahkan ketika aku berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi…ya, aku memang seorang pemenang.

Jika dahulu dan hingga kini Aku bisa buktikan bahwa aku adalah seorang pemenang, maka esok hari pun dengan ijin Allah adalah sangat mungkin bagiku untuk merangkai kemenangan demi kemenangan berikutnya, seberat apapun ujiannya…telah terbukti bahwa aku adalah seorang pemenang.




Islam adalah agama terbaik dulu, kini dan masa yang akan datang,

Allah berfirman:
“Hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah kucukupkan nikmat-Ku untukmu dan telah Ku-ridhoi Islam sebagai agamamu.”
Ya…Allah telah menyempurnakan bagiku sebuah pedoman hidup, untuk setiap kejadian hidupku tentunya. Dia juga telah mencukupkan nikmatnya kepadaku, dengan segenap potensi yang saat ini aku miliki. Allah juga telah meridhoi Islam sebagai agamaku, Komitmenku adalah tak akan pernah aku sia-siakan nikmatnya dan tak akan pernah aku berpaling se-senti-pun dariNya.
Jika Allah telah menyempurnakan agama-Nya, mencukupkan nikmatNya, serta meridhoi Islam sebagai agamaku, untuk apa aku berpaling darinya...?
Mencari sesuatu yang sama sekali tidak memberikan manfaat untukku...?
Aku telah berkomitmen dengan keyakinanku bahwa apapun yang terjadi, islam pasti akan menjadi solusi hidupku, dan solusi bagi mereka yang butuh pencerahan hidupnya.
Aku percaya, Allah akan mengabulkan semua permohonan hambanya
“Bedoalah kepadaku, niscaya akan kukabulkan seluruh permohonanmu”
Ya,tidak diragukan lagi kemaha benar ucapannya.
Mungkin sulit bagi manusia yang lemah untuk bisa mewujudkan semua keinginan setiap orang, namun tidak dengan-Nya, dengan ke Maha perkasaan-Nya dan ke Maha kuasaan-Nya, tidak ada yang mustahil baginya. Sukses itu sangat dekat dan teramat dekat denganku, hanya butuh sedikit kerja keras setelah itu bertawakkal dengan keputusan-Nya
Hanya dengan mengatakan SAYA BISA, maka SAYA PASTI BISA, titik

MEMOTIVASI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN MENUJU SUKSES

Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan.

Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, sehingga bisa menghasilkan hal yang lebih baik.

Motivasi seperti halnya api, dia akan membakar siapa saja yang berada didekatnya.

Dan dia hanya akan padam, jika ada orang atau suatu benda yang memadamkannya.

Motivasi menjadi pembakar jiwa dan pengobar semangat untuk mencapai hasil dan kehidupan yang lebih baik. Bukan hanya dalam hidup, dalam dunia kerja motivasi juga sangat di perlukan.

Bahkan, dalam semua aspek kehidupan, dari ekonomi, agama, sosial dsb.

Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat buat sesamanya.

Saya yakin, semua orang yang membaca artikel ini memiliki impian yang dahsyat dan tujuan yang mulia, yaitu bisa menjadi inspirator atau motivator bagi diri sendiri, orang lain dan keluarga.






Ini bukan tentang orang lain, ini adalah tentang diri kita sendiri.

Kita harus menang, kita harus menang terhadap diri kita sendiri.

Sehingga, kita dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi semua orang yang berada di sekitar kita.

Karena, untuk menjadi inspirasi bagi orang lain, kita harus menginspirasi diri kita terlebih dahulu.

Dalam kehidupan ini, kadangkala hasil yang telah kita capai tidak sesuai dengan rencana awal yang telah kita buat. Ini adalah pelajaran kehidupan dan itu merupakan hal yang wajar.

Tapi, kita telah mendapatkan suatu hal yang sangat berharga, yaitu pengalaman.

Bahkan ada pepatah mengatakan, “Experience Is The Best Teacher”.

Dari pengalaman inilah, yang menjadikan kita tidak jatuh di lubang yang sama, yang menjadikan kita lebih sadar, dan menumbuhkan semangat untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi.

Itulah yang dilakukan oleh orang yang memiliki motivasi, motivasi untuk bertahan dan untuk terus maju dan maju.

Dia akan memandang masalah sebagai tantangan baru  yang harus di hadapi.

Apa tantangan saya hari ini?, masalah apa yang harus saya hadapi saat ini....?.

Bagaimana kita berkomunikasi terhadap diri kita, merupakan hal yang sangat penting, dan itu merupakan kunci bagaimana pikiran kita akan menjawab semua pertanyaan atau masalah dengan jawaban, bukan dengan emosi.

Berbicara dengan pikiran bawah sadar merupakan salah satu cara supaya kita bisa berkomunikasi dengan diri kita.

Muhasabah atau afirmasi yang kita lakukan, akan memudahkan kita mencari jawaban dari masalah kita.

Bukan hanya itu, afirmasi akan menjadikan pikiran kita lebih segar dan jiwa kita lebih tenang.

Api tidak bisa menyala dengan sendirinya, harus ada seseorang yang menyalakannya.

Begitu juga dengan motivasi, dia tidak akan datang dengan sendirinya, kita perlu hal-hal yang bisa menjadi pemicu untuk menyalakannya.

Yang terpenting, siapakah orang yang pertama kali menyalakan api itu, kita atau orang lain......?.

Jangan lupa, lakukanlah afirmasi atau muhasabah diri setiap pagi, meski satu menit.

Karena satu menit itu, akan menentukan bagaimana kita dihari itu.

Teruslah mencoba dan berusaha, sehingga kita bisa mendapatkan pengalaman yang baru.

Bentuklah diri kita menjadi pribadi-pribadi yang positif.

Sehingga, kita akan menjadi magnet positif di manapun kita berada.

Saya yakin, sahabat-sahabat semua bisa dan akan melakukannya.

Feb 21, 2012

HARGAI ANAK MAKA DIA AKAN MENGHARGAI ORANG LAIN

Penghargaan (reward)  adalah imbalan yang diberikan atas prestasi, pencapaian, atau usaha anak dalam mencapai sesuatu. Misalnya, Anda memberikan hadiah buku setelah anak bisa membaca dengan lancar atau mendapatkan nilai/peringkat akademik tertentu di sekolah.

Dalam  pendidikan anak, penghargaan (reward) dinilai punya pengaruh positif  bagi anak, antara lain: Reward akan menumbuhkan motivasi anak untuk berusaha mencapai prestasi.  

Reward akan  membuat anak merasa dihargai.

Harga diri yang positif membuat anak lebih optimistis, tidak pasrah begitu saja jika nilainya jelek misalnya.

Reward secara tidak langsung juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri. Anak membangun kepercayaan dirinya dari bukti dan pengakuan orang-orang di sekitarnya.

Jika anak melihat ternyata dia mampu melakukan sesuatu, dan mendapatkan pengakuan dari orang tuanya, maka kepercayaan dirinya akan tumbuh.

Ada beberapa yang perlu diperhatikan ketika kita memberikan penghargaan (reward) pada anak.  

Reward semestinya diberikan jika anak berhasil melakukan sesuatu, sesuai dengan standar prestasi/pencapaian tertentu berdasarkan kemampuan dan keadaan anak.

Sebaiknya, standar prestasi itu dibuat berdasarkan kesepakatan yang menantang  bukan yang menekan, agar anak tidak stress, nyaman dan senang melakukannya.  

Reward juga bisa diberikan saat kita punya harapan tertentu terhadap perilaku anak.



Walau anak tidak melakukan dengan sempurna, tetapi bisa memenuhi harapan kita, memberikan  reward menjadi langkah yang tepat.

Reward tidak selamanya harus berbentuk materi.

Dapat juga berupa pujian, dukungan, ciuman kasih sayang, penghormatan, perlakuan istimewa, dan lain-lain. 

Artinya, semua orangtua punya kesempatan yang sama untuk memberikan reward pada anaknya.

Hanya memang, secara umum, reward yang berbentuk materi biasanya punya nilai  lebih buat anak.

Meski demikian, kalau  terlalu sering memberikan dalam bentuk ini, daya kejutnya bisa berkurang dan berdampak kurang bagus buat anak.

Jalan tengah yang bisa ditempuh orangtua adalah menyesuaikan  dengan situasi, kondisi anak dan memberikannya secara proporsional.

Bentuk reward-nya  sendiri juga mesti disesuaikan dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak, agar nilai gunanya tepat dan efektif.  

Reward yang nilainya terlalu besar sama jeleknya dengan reward yang terlalu kecil.

Membelikan HP atau laptop untuk anak yang belum membutuhkan misalnya, bisa salah atau kurang berguna.  Yang paling penting adalah, reward memang sengaja kita rancang untuk memberikan tantangan pada anak agar dia meningkatkan pencapaian, prestasi, atau usahanya untuk menjadi lebih baik.

Memberikan reward pada hakekatnya memberikan sesuatu, agar yang diberi menjadi senang.

Terkait dengan hal ini, Islam juga telah memberikan gambaran tentang pentingnaya memberikan hadiah.

Disunnahkan untuk memberikan hadiah apabila dalam rangka menyambung silaturrahim, kasih sayang dan rasa cinta.

Hadiah merupakan bukti rasa cinta dan bersihnya hati, padanya ada kesan penghormatan dan pemuliaan.

Memberikan reward pada anak disamping untuk menumbuhkan motivasi, harga diri dan kepercayaan diri pada anak, tentu juga merupakan ekspresi kebahagiaan dan bentuk kasih sayang yang diberikan orang tua, karena anak berhasil melakukan sesuatu.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

RAMBU RAMBU KEHARMONISAN RUMAH TANGGA

Siapa pun yang telah melangsungkan pernikahan, tentunya menginginkan terbentuknya rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Apalagi bagi para aktivis da’wah, dimana pernikahannya tanpa diawali dengan pacaran (karena dalam Islam memang tidak ada konsep pacaran).
Yang ada hanyalah pacaran setelah menikah.
Hal ini sangat sesuai dengan surat Al Isra ayat 32 yang artinya “ Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”.
Mungkin ada sebagian orang yang bertanya, bahkan ketika saya mengisi  ceramah-ceramah keputrian di kampus, sering pertannyaan ini muncul, bagaimana mungkin Bang..., cinta bisa tumbuh tanpa kita mengenalnya terlebih dahulu, lalu bagaimana kita bisa tahu karakter pasangan hidup kita, kalau tidak pacaran lebih dahulu...?.
Saya pun berusaha menjawabnya sebijak mungkin tanpa harus menggurui.
Saya jelaskan, bahwa memang sudah fithrah bahwa pria dan wanita diberikan rasa saling suka, simpati, rasa ketertarikan.
Namun mampukah kita menjaga semua perasaan-perasaan itu, sesuai dengan jalan yang diridhoi Allah Subhanaahu Wa Ta'ala...?
Apalagi sebagai orang beriman, kita harus yakin akan janji-janji Allah yang pasti benar.
Seperti di dalam surat An-Nur ayat 26 yang menyebutkan bahwa “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula. Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang.
Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
Haruskah kita ragu dengan janji-janji Allah Subhanaahu Wa Ta'ala...?
Ya semua berpulang pada keimanan kita masing-masing dalam meyakini janji tersebut.
Kita harus yakin, bahwa Allah akan memberikan jodoh yang sekufu untuk kita, karena pasangan hidup kita adalah refleksi dari diri kita.
Lalu bagaimanakah kiat-kiat menjaga keharmonisan rumah tangga kita agar tetap sakinah mawaddah wa rohmah hingga kematianlah yang memisahkan kita dengan pasangan hidup kita sebagai berikut :
1.Berbagi visi dan cita-cita
Dalam menentukan pasangan hidup, tentunya di awal pernikahan kita harus benar-benar meluruskan niat kita. Apalagi bagi seseorang yang sudah memilih da’wah sebagai jalan hidupnya, maka selayaknya juga berharap pasangan hidupnya adalah seseorang yang juga memahami tentang makna da’wah itu sendiri.

Dengan kata lain sefikrolah (satu visi dan misi, satu pemikiran).

Agar nantinya lebih mudah dalam berkomunikasi dan menentukan arah dan langkah hidup selanjutnya.

Tidak bisa dibayangkan, jika suami aktif da’wah mendapatkan seorang isteri yang tidak paham makna da’wah, atau sebaliknya, seorang isteri yang aktif da’wah mendapatkan pasangan hidup yang kurang memahami makna da’wah itu sendiri.

Jika hal ini terjadi, tentunya akan sulit terbentuknya rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah.

2.Saling percaya
Ini juga merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki para pasangan hidup.
Kita harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan pasangan hidup kita.
Jangan sekali pun mengkhianati perasaan pasangan kita. Jagalah kepercayaan ini dengan baik.
Baik kita maupun pasangan hidup kita hendaknya berjalan lurus sesuai tuntunan agama, maka yang akan tumbuh adalah rasa saling percaya.

3.Saling menghargai
Dalam hal ini kita bisa mencontoh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang begitu lembut dan menghargai para isteri beliau. Sampai-sampai, pada suatu hari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pulang larut malam dan tak dapat membuka pintu karena isteri Beliau tertidur di depannya,maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memutuskan tidur di luar rumah, subhanallah.

4.Mudah memaafkan
Dalam hidup ini, tentu saja tak ada gading yang tak retak, maka jika salah satu diantara pasangan hidup kita berbuat salah, maka MAAFKANKAH, dan selesaikan semua persoalan sebelum pergi tidur.

5.Keterbukaan
Rumah tangga yang baik, sebaiknya menganut sistem manajemen keterbukaan.
Jangan pernah ada sedikit rahasiapun diantara kita dengan pasangan hidup kita.
Masalah keuangankah, masalah da’wahkah, masalah teman-teman fesbukkah, masalah sms-smskah, semua hendaknya kita ceritakan dengan pasangan hidup kita. Istilahnya tidak ada dusta diantara kita dan pasangan hidup kita tentunya.

6. Bersahabat dalam suka dan duka
Kebahagiaan suami adalah kebahagian kita, kesedihan suami juga kesedihan kita demikian sebaliknya. Hendaknya kita selalu bersama dengan pasangan hidup kita baik suka maupun duka.

7.Menerima kekurangan pasangan hidup
Di dunia ini, tentu saja tidak ada manusia yang sempurna.
Apalagi manusia adalah tempat salah dan lupa. Rasanya kurang bijak, jika menganggap pasangan hidup kita seperti malaikat yang tak punya dosa.
Yakinlah, di balik kekurangan pasangan hidup kita, pasti Allah Subhanaahu Wa Ta'ala ciptakan berbagai kelebihannya.

 Jangan pernah sekali-kali membandingkan pasangan hidup kita dengan pasangan hidup orang lain. Yakinlah, pasangan hidup yang dipilihkan Allah untuk kita, adalah yang terbaik, Insya Allah.

8.Bersikap murah hati dalam kemesraan
Biasanya wanita lebih bersifat romantis dibandingkan seorang pria.
Walaupun dari cerita seorang teman akhwat, justru suaminyalah yang lebih romantis.
Tidak masalah, kalau suami kita tidak bisa romantis, ya kitalah sebagai isteri yang bersikap romantis atau sebaliknya.
Jangan pernah pelit dengan kata-kata lembut, kata-kata sayang, love much, my honey.
Bisa kita lakukan ketika bersms dengan suami kita, bisa juga dengan pertanyaan-pertanyaan perhatian, Mas, sudah makan belum?, atau ada yang bisa aku bantu, Mas..............?.
Bisa juga di awal sms atau telepon, dengan kata-kata, Assalamu’alaikum say, sedang apa di kantor...? Atau Abi, jangan lupa ya bawakan aku oleh-oleh ya, love much…(mengakhiri sms misalnya).
Biasanya dengan kelembutan dan kasih sayang, semua akan menjadi cair dan akan bertambah rasa cinta dan sayang kita terhadap pasangan hidup kita.

9.Ciptakan kejutan bagi pasangan
Kadang-kadang kejutan yang kecil pun sangat bermakna bagi pasangan hidup kita.
Misal pulang ceramah, kita belikan semangkok bakso dengan juice jambu kesukaannya, ataupun sebaliknya, pulang kerja, tiba-tiba suami kita belikan oleh-oleh martabak kesukaan kita, bisa juga majalah Ummi atau Tarbawi (terbaru misalnya).
Bisa juga ketika suami pulang, sudah kita masakkan masakan kesukaannya.
Dalam Islam memang tidak ada hari ulang tahun, namun tidak salahnya kita memberikan hadiah untuk pasangan hidup kita, bisa membelikan sebuah dompet, baju koko, atau kemeja kesukaannya.
Jangan lupa ucapkan terima kasih atas pemberian tersebut, agar bertambah rasa syukur kita pada Allah Subhanaahu Wa Ta'ala, yang telah menganugerahkan pasangan hidup untuk kita.

10.Ciptakan bulan madu kedua
Sesekali, ajaklah pasangan hidup kita, untuk berduaan saja tanpa anak-anak, untuk menikmati saat-saat indah berdua saja.
Bisa makan berdua di luar rumah, dengan suasana romantis.
Tidak perlu yang mahal kok, yang penting nilai kebersamaannya.
Lalu bicaralah dari hati ke hati, jadilah pendengar yang baik, sampai pasangan kita menyelesaikan pembicaraannya Tataplah mata pasangan hidup kita dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Subhanallah, indah sekali, jika semua pasangan hidup bisa melakukan hal ini, rasanya tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan di dunia ini.
Yakinlah, Insya Allah setelah acara ini, irama hidup pasti berubah !.

11.Jangan sepelekan janji
Bila sudah berjanji dengan pasangan hidup kita, usahakanlah untuk menepatinya, biarpun untuk hal-hal yang kecil atau sepele.
Seperti menjemput dari ceramah, atau mengantarkan ke dokter, misalnya.
Tapi sebagai seorang isteri, kita pun harus menyadari tugas dan amanah da’wah yang diemban suami. Misalnya, sudah berjanji akan menjemput kita, namun tiba-tiba ada amanah da’wah yang jauh lebih penting, maka kita pun harus ikhlas untuk tidak dijemput.
Hal ini bukan berarti pasangan hidup kita ingkar janji.
Ya semua akan terasa indah manakala kita dapat memahami setiap pasangan hidup kita.

=== Semoga Bermanfaat  ===