SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

Blogger ini muncul berdasarkan dari beberapa permintaan saudara-saudariku semua..

Alhamdulillah akhirnya tercapai juga dan selesai sudah blogger ini dibuat...

Namun kesempurnaan blogger ini belumlah maximal.

Semoga dihari..hari mendatang dapat disempurnakan blogger ini

Dan blogger ini tercipta dan ada... karena... diri saudara-saudariku semua..

Dan...tiada artinya blogger"NOTE UNTUK KAMU" ini.. jika saudara-saudariku tidak berada didalamnya....

Salam Ukhwah..........

Dec 12, 2011

KU INGIN MENIKAH...NAMUN PENAMPILANKU BELUM INDAH BAGI ORANG LAIN

Pernikahan, adalah momen penting bagi setiap orang. Termasuk juga bagiku. Setelah sekian lama, aku berharap kejadian sakral itu segera terjadi dalam hidupku.
Aku benar- benar ingin menikah, tapi...
Aku belum bisa memantaskan diriku dengan keikhlasan karena Allah, untuk sebuah pengabdian kepada seorang laki- laki. Ya, laki- laki yang nantinya akan menjadi suamiku.
Semua karena masih besarnya egoku, dan susahnya diriku, bahkan untuk sekedar menyenangkan orang lain. Yang ada malah, aku ingin selalu dimanjakan dan disenangkan.
Tak ada istilah kemakluman bagiku atas diri orang lain.
Karena itu sungguh sangatlah sulit untuk ku lakukan. Tidak ada istilah `kita` dalam hidupku, yang ada adalah, kamu dan aku.
Aku ingin menikah, tapi... aku belum bisa dan belum terbiasa untuk berbagi.
Bagiku, semua milikku adalah milikku, dan menurutku orang lainpun harus berusaha sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang kemudian akan menjadi milik mereka.
Aku ingin menikah, tapi...aku belum bisa bersabar.
Aku terbiasa mengumbar emosiku atas apapun yang aku mau dan yang aku suka.
Yang aku mau adalah, justru orang lain bersabar atas apa adanya aku.
Yang aku mau adalah, orang lain selalu membenarkan apapun pendapatku, serta menurutinya.
Aku ingin menikah, Tapi... aku belum bisa bersikap lembut.
Buatku, lembut adalah lemah.
Dan menurutku, wanita lembut adalah identik dengan ketidak mampuan mereka untuk melawan dan hanya sekedar menuruti keinginan orang lain.
Aku ingin menikah, tapi...aku adalah pribadi yang susah dipercaya.
Bagiku kejelekan siapapun, kecuali diriku sendiri adalah sesuatu yang enak untuk dibicarakan dan bagiku itu adalah hiburan.
 
Kadang aku bertanya pada diri sendiri, lalu bagaimana jika nanti suamiku memiliki kekurangan yang jelas- jelas aku akan tahu.. entahlah, yang aku tahu aku hanya ingin menikah.
Aku ingin menikah...., Tapi aku belum bisa tampil indah bagi orang lain.
Menurutku, orang lain harus menerima apa adanya aku.
Jika mereka tak menyukainya, itu hak mereka dan bukan urusanku.

Dalam pikiranku, kritik adalah tuntutan orang lain atas aku, dan sama sekali aku tidak suka itu.
Aku ingin menikah, tapi aku tak tahu atas niatan apa aku ingin menikah.
Yang aku tahu, aku hanya membutuhkan seseorang yang akan mendampingi aku.
Paling tidak supaya aku tidak mendapat julukan `tidak laku`.. saja.
Dan aku tidak mau diribetkan dengan rentetan tuntutan dan kewajiban dari sebuah pernikahan.
Yang aku tahu, aku hanya ingin menikah.
Aku ingin menikah, tapi...mungkin sebaiknya aku bertanya kepada diriku sendiri dahulu, Aku memang ingin menikah, tapi apakah aku sudah benar- benar mempersiapkan diri untuk menikah....?

Dec 2, 2011

KESETIAAN DALAM DIRI WANITA

Kesetiaan adalah sebuah karya seni dari batin manusia yang dapat sangat membahagiakan manusia yang lain. Harganya tidak tertera dalam hitungan rupiah.

Dan kesetiaan itulah yang teramat sangat langka untuk kita jumpai sekarang ini.

Kesetiaan tidak hanya berlaku hanya kepada hubungan suami dan istri, namun pada semua hubungan hati manusia lengkap dengan kepentingan mereka.

Tanyalah pada setiap batin manusia, betapa mereka pasti akan membutuhkan seseorang yang dapat dengan tulus memberikan kesetiaan kepada diri mereka.

Tapi mengapa disisi lain, ketika manusia ditempatkan pada posisi dimana dia harus memenuhi kepercayaan orang lain, atau dengan kata lain demi membahagiakan diri orang lain, seringkali manusia terjebak pada godaan main api tentang bagaimana menyalahi kesetiaan tersebut.

Begitulah, bagaimanapun ceritanya, setan tak akan pernah henti membuat manusia berdosa.

Maka dari itu, dari pada kita sendiri sibuk menuntut orang lain untuk selalu memegang amanah serta kepercayaan yang kita berikan kepadanya, maka mengapa kita tidak lebih baik mewujudkan diri kita sendiri sebagai hadiah terindah yang membahagiakan mereka.

Sebuah pelatihan yang baik yang akan memberikan kenyataan praktek yang indah dalam kesetiaan, adalah apabila diri kita sendiri secara sadar mengerti tentang indahnya sebuah kesetiaan.

Karena kesetiaan hanya dimiliki oleh pribadi yang mulia, karena kesetiaan itu mencerminkan pribadinya yang begitu luas menerima segala kelebihan dan kekurangan orang lain.

Jiwanya yang luas menuntunnya tersenyum dan tetap berpikir positif tentang segala apa yang telah Allah gariskan kepadanya.

Karena kesetiaan hanya dimiliki oleh pribadi dengan jiwa yang kuat.

Lihatlah betapa anggun tentang caranya bertahan menghadapi segala apa yang disuguhkan kepadanya.

Dan sudah lumrah bila manusia dilengkapi rasa bosan, namun sebuah pelajaran tentang kesetiaan, telah mengajarkan manusia yang dilengkapi atau melengkapi batinnya dengan hal tersebut, untuk berubah menjadi ajaib dimana dengan caranya yang elegan, akan di ubahnya rasa bosan menjadi hal yang menyenangkan.

Karena kesetiaan hanya dimiliki oleh jiwa yang indah.

Betapa sangat sulit ketika seseorang ditetapkan pada keadaan dimana dia harus tetap pada sebuah kesetiaan yang terkelilingi oleh keadaan yang serba berkhianat.

Memang pahit pada awalnya karena dengan hal ini, dia `terpaksa` untuk pelatihan mengindahkan jiwa dan kalbunya sendiri, demi tetap pada kesetiaan.

Menjadi setia adalah memberi kedamaian kepada siapapun yang kita setia kepadanya.

Menjadi setia adalah tetap menyenangkan kepada siapapun yang kita setia kepadanya.

Menjadi setia adalah sebuah karunia tak terhingga bagi siapapun yang dikehendaki Allah untuk memilikinya.

Maka milikilah hak paten dari sebuah kesetiaan, yaitu dengan menjadi setia hamba Allah yang tetap lurus, atau berusaha agar selalu tetap lurus dalam keadaan apapun.

Adakah yang lebih indah dari sebuah perangai dan tingkah laku seorang hamba yang hatinya tunduk patuh serta mengabdi kepada Robbnya.......?.

Jatuh bangun adalah sesuatu yang pasti dalam sebuah mentraining diri menjadi setia, tapi yang pasti pula, bahwa sebuah perjuangan pastilah ada akhirnya, dan semoga akhir dari pribadi yang sungguh setia adalah beroleh dengan Surga. Insyaallah.

MEREKA ADALAH JIWAKU

Semua makhluk Allah di bumi, membutuhkan sebuah ketenangan dan kedamaian untuk meneruskan hidup. Bayangkan ketika kita berada pada kondisi yang segalanya serba tersedia dan mewah, namun pikiran kita kacau dan hati begitu kering.

Maka semua nikmat tersebut hanya akan terasa seperti sekedar lewat dan pergi begitu saja tiada terkesan. Hiduppun terasa akan sangat kacau balau walau orang lain melihat kita dalam kesempurnaan.

Maka tidak disangkal lagi, bahwa kedamaian dan ketenangan batin, sebenarnya adalah hal primer yang menjadi kebutuhan manusia.

Tapi...

Dari manakah kita bisa mendapat kedamaian itu, kedamaian yang akan ada seterusnya menyertai kita, dan bukan hanya sekedar kamuflase sesaat saja.......?

Saudaraku, bahkan semua itu adalah sangat mudah untuk ditemukan.

Bahagiakan orang lain karena mengharap ridho Allah, maka hidupmu Insyaallah akan terasa bahagia.

Memperlakukan orang lain sebaik kita memperlakukan diri sendiri, adalah seperti membuka lebar- lebar kesempatan untuk kebaikan agar selalu menyertai kita.

Dan begitu kebaikan selalunya ada bersama kita, maka insyallah kedamaian akan dengan mudahnya datang kepada kita.
...Memperlakukan orang lain, sebaik kita memperlakukan diri sendiri, adalah seperti membuka lebar- lebar kesempatan bagi banyak kebaikan agar selalu menyertai kita...
Saudaraku, masih ingatkah kita tentang sabda Rasulullah berikut ini, “Berilah makan budakmu dengan makanan yang biasa kamu makan dan berilah mereka pakaian dengan pakaian yang biasa kamu pakai. Janganlah kamu menyiksa makhluk Allah“. (HR. Bukhari).

Tanpa melihat kedudukan dan apapun dari orang tersebut, beliau mengajarkan kita untuk tetap berlaku baik dan santun bahkan kepada para budak sekalipun.

Ingatlah pula tentang bagaimana beliau memperlakukan pembantu dan pekerjanya.

Ketika pembantu kecil Nabi Muhamamd shallallahu alaihi wasallam. sedang sakit, beliau membesuk dan duduk di dekat kepalanya, seraya mengajaknya untuk masuk Islam.

Pembantu kecil itu masuk Islam, maka Nabi Muhammad gembira seraya berkata, “Segala puji bagi Allah swt yang telah menyelamatkan dirinya dari api neraka.”

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam juga senantiasa menjaga kehormatan seseorang, memulyakan seseorang, melaksanakan hak-hak seseorang.

Beliau tidak pernah mengumpat, menjelekkan, melaknat, menyakiti, dan tidak merendahkan seseorang.

Dan, ketika hendak menasehati seseorang, beliau berkata, “Kenapa suatu kaum melaksanakan ini dan itu? Artinya, beliau tidak langsung menyalah orang tersebut.

Bahkan Beliau juga bersabda, ”Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat.

Siapa yang mengenyahkan kesusahan dari berbagai macam kesusahan di dunia dari orang mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari berbagai macam kesusahan pada hari kiamat.
Siapa yang memudahkan orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan hisabnya" (HR. Muslim)

Subhanallah, betapa mulianya akhlak beliau.

Betapa mulianya ajaran yang diwariskan untuk kita.

Dan memanglah benar bahwa dengan membahagiakan dan memuliakan orang lain, bukan justru akan merugikan dan merendahkan kita, namun sebaliknya, akan menjadikan kita pribadi yang mulia dihadapan manusia dan InsyaAllah mulia dihadapan Allah.

Lalu........., Mengapa masih ada dari kita yang harus selalu menuntut orang lain untuk menjadi sumber kebahagiaan bagi diri kita, bukankah akan lebih elegan jika hebatkan diri kita dengan menjadi pemasok kedamaian bagi batin orang lain dengan memperlakukan mereka secara baik, bahkan lebih baik.........?

Mungkin banyak dari kita yang mengeluhkan bahkan saat kita telah mencoba sebaik- baiknya untuk berbuat baik kepada orang lain, namun mereka tetap saja berbuat jahat kepada kita.

Namun yakinlah saudaraku, bahwa kebaikan yang kita lakukan tidak akan pernah sia- sia.

Dan kebaikan itu juga seperti sebuah bumerang yang efeknya akan kembali kepada diri kita kembali.

Sabar itu tidak memiliki batas seperti halnya surga yang  begitu luas yang insyaallah akan menjadi hak milik bagi setiap kita yang memilih untuk tetap menjadi pribadi baik dan membaiki orang lain.

Dan Hal ini hanya akan berlaku untuk para hambanya yang yakin.

Yakin pada kebesaran dan keadilan Allah, yang maha atas segala- galanya.
... Hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan sesamanya dengan mulia...
Mari kita belajar tentang keindahan kasih sayang Allah atas kita.

Di dunia ini benar- benar tiada hal yang lebih indah melainkan Allah, tiada yang lebih mendamaikan melainkan Allah. Kasih sayang Allah adalah yang maha mempesona.

Darinya kita banyak belajar tentang banyak keindahan yang tidak akan dapat dihitung dengan pikiran manusia.

Allah tetap mencintai kita dan memperlakukan diri kita secara sangat baik, betapapun kita selalu mengkhianati Allah sepanjang waktu.

Marilah pula kita belajar tentang kemuliaan akhlak Baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang selalu santun dan baik dalam kesehariannya .

Dari beliau kita belajar bahwa, hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan sesamanya dengan mulia.

Sungguh, tidak ada yang lebih menyejukkan selain sebuah akhlak yang baik, yang tercermin dari ketulusan kita untuk memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk orang lain.

Perlakukan orang lain dengan baik, sebaik kita ingin diperlakukan baik oleh mereka, hanya karena Allah saja.

Bukan karena niat ingin dipuji apalagi dicintai secara lebih oleh manusia.

Memang akan susah untuk dilakukan, namun ingatlah saudaraku, bahwa kebanyakan manusia lazim melakukan yang dilakukan manusia kebanyakan.

Maka istimewakan dirimu dengan hal yang akan sulit rasanya di awal tapi insyaallah akan berakhir pada kemuliaan atas dirimu.

Dan sebuah kemuliaan seorang manusia, tentu saja akan tetap akan ada, bahkan saat manusia tersebut sudah tiada. Insyaalllah...

Nov 30, 2011

5 TANDA MENJELANG KEMATIAN DALAM 100 HARI

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan -akan bergetar. 

Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehaidiran tanda ini. 

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat...
 
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk
memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

1. Tanda 40 hari :
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH Subhanaahu Wa Ta'alla, maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu ... 


Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika... 

Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.. .......

2. Tanda 7 hari :

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan...

3. Tanda 3 hari :
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.... Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat diperhatikan jika kita melihatnya dari bagian sisi... Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan Beransur-ansur masuk ke dalam... Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan...

4. Tanda 1 hari :
Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ahsar keesokan harinya....

5. Tanda akhir :
Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibahagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian Halkum...


Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Wallahu A'lam .......................

Nov 29, 2011

JANGAN JADIKAN KARTINI-KARTINI MENANGIS

Mungkin kita kerap mendengar ungkapan, kalau wanita cantik berbuat salah, para pria bilang ‘nobody is perfect.’

Tapi kalau yang berbuat salah perempuan jelek, langsung dicap “pantas…tampangnya saja kriminil!” Ya, punya predikat cantik memang menguntungkan.

Bahkan ketika berbuat salah pun tetap ‘dibela’.

Luna Maya, meski terlibat skandal mesum dengan Ariel, kini sudah eksis lagi. Masyarakat seolah sudah memaafkannya.


Di dunia kriminal, dulu kita pernah dikagetkan dengan ulah ratu ekstasi Zarima Mirafsur.

Tapi, tak lama masyarakat juga melupakannya.

Sekeluar dari penjara, bukan dikucilkan, malah laris dapat tawaran sinetron.

Belakangan ada Malinda Dee yang “sukses” menjebol Citibank.

Label “cantik dan seksi” di usia 47, membuat MD jadi artis dadakan.

Ulasannya jadi headline berbagai media massa sepekan lebih. Lantas, apa hubungannya perempuan-perempuan cantik tadi dengan Kartini........?

Tuntutan Zaman
Kartini terlanjur dilekatkan sebagai ikon penarik gerbong perjuangan hak perempuan di Indonesia.

Walhasil, kiprah perempuan di ranah publik, meningkat deras seiring isu emansipasi perempuan sejak era 80-an.

“Semangat” Kartini telah menjadikan para perempuan berbagai latar belakang terus merangsek ke sektor-sektor publik, mengisi ruang-ruang yang dulu hanya dihuni kaum adam.

Terlebih di era liberalisasi saat ini, kebebasan perempuan semakin tak terbendung.

Terjadilah revolusi, dari profil perempuan rumahan menjadi wanita super sibuk yang banyak kegiatan di luar rumah.

Dulu, profil perempuan rumahan yang digambarkan hanya berkutat pada dapur, sumur dan kasur, tidak pernah memperhatikan penampilan.

Berbeda dengan sekarang, ketika perempuan berkiprah di ranah publik, dituntut (lebih tepatnya menuntut dirinya sendiri) untuk tampil habis-habisan.

Menghargai diri sendiri, agar percaya diri dan dipercaya relasi.

Begitu dalihnya. Tuntutan seperti itu pada akhirnya melahirkan perempuan-perempuan pemuja materi.

Bukankah untuk mempermak penampilan tidak murah......?

Maka, jangan kaget ketika perempuan (cantik) pun, akhirnya terlibat tindak kriminal.

Motifnya sungguh sepele: demi menunjang penampilan.

Maklum, kecantikan mahal harganya. Zaman sekarang, kalau tidak cantik, susah mendapatkan pekerjaan, jodoh, mengejar target penjualan, merangkul klien baru, dan seterusnya.

Paradigma itulah yang menyihir jutaan wanita di seluruh dunia, hingga membelanjakan hampir sebagian besar isi dompetnya demi satu predikat: cantik. 

Padahal, sejatinya mereka hanya memperkaya para pelaku industri kecantikan.

Ironi Kesetaraan
Kini, di tengah “kesuksesan” emansipasi dalam mengeluarkan para perempuan dari rumah-rumah mereka, sederet persoalan menyertai.

Suatu keniscayaan, interaksi perempuan dan laki-laki yang makin intens di ruang publik, kerap menimbulkan gesekan.

Kisah-kisah perselingkuhan, perzinaan hingga pelecehan seksual tak henti menghiasi media massa.

Masih ingat dengan skandal mesum Maria Eva dan Yahya Zaini yang menghebohkan itu........?

Juga, skandal Antasari Azhar dan caddy golf Rani? Betapa menyedihkan jika kiprah perempuan sebatas selir di antara kaum adam.

Demikian pula angka kejahatan seksual, kekerasan, ekspolitasi, perdagangan perempuan dan diskriminasi, terus meroket.

Dan, perempuan bukan hanya korban, tapi juga pelaku.

Bagaimana ibu tega menghabisi nyawa suaminya, mengaborsi janinnya dan bahkan membunuh darah dagingnya.

Begitu pula perceraian dan single parent, menjadi problem sosial berikutnya yang dipicu oleh ulah kaum perempuan itu sendiri.

Memang, tak sedikit perempuan yang mendapat “berkah” dari emansipasi.

Mereka menjadi perempuan mandiri, khususnya dari sisi finansial. Sayang, kemandirian ini kerap dijadikan daya tawar  terhadap kaum lelaki. Hingga banyak rumah tangga berantakan karena gugat cerai istri.

Seperti pernah diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali. Ia mengaku prihatin terhadap tingginya kasus cerai gugat (istri minta cerai).

Seperti di Riau, angka gugat cerai mencapai 82 persen setiap tahun (www.liputan24.com).

Selain karena meningkatnya kesadaran perempuan akan hak-haknya, kemandirian ekonomi istri juga tak dimungkiri sebagai faktor pendorong terjadi perceraian.

Padahal semua sepakat, perceraian banyak meninggalkan problem.

Seperti keterlantaran anak, kurangnya kasih sayang, dan terpenting, terputusnya proses regenerasi.

Redefinisi
Perjuangan Kartini nampaknya telah ditafsirkan melampaui batas oleh kaum perempuan saat ini.

Karena itu, hendaknya mereka meredefinisikan kesetaraan dan keadilan gender yang dikehendaki.

Jangan sampai mematikan nurani perempuan sebagai sosok lemah-lembut, penuh kasih dan manusiawi.

  Kita tidak ingin mendengar lagi perempuan-perempuan (cantik) menjadi ikon para kriminalis.

Untuk itu, kita patut merenungkan kembali ruh perjuangan Kartini.

Seperti petikan suratnya: “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya.

Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama” (Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902).

Sejatinya, yang diperjuangkan Kartini adalah agar perempuan tidak didiskriminasi dalam menuntut ilmu, khususnya terkait keterampilan keperempuanan.

Kartini meyakini, jika seorang ibu memiliki bekal ilmu yang cukup, akan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.

Kita berterima kasih, saat ini kaum perempuan mendapat kesempatan luas dalam menikmati pendidikan.

Sayang........., perempuan terdidik ini kerap menuntut lebih diluar hak-hak yang semestinya sudah ia dapatkan. Emansipasi kebablasan.

Mungkin jika Kartini masih hidup, akan menangis melihat sepakterjang kaumnya saat ini.

Bisa jadi dia akan menyesal telah dijadikan ikon perjuangan emansipasi kaum perempuan.