SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

Blogger ini muncul berdasarkan dari beberapa permintaan saudara-saudariku semua..

Alhamdulillah akhirnya tercapai juga dan selesai sudah blogger ini dibuat...

Namun kesempurnaan blogger ini belumlah maximal.

Semoga dihari..hari mendatang dapat disempurnakan blogger ini

Dan blogger ini tercipta dan ada... karena... diri saudara-saudariku semua..

Dan...tiada artinya blogger"NOTE UNTUK KAMU" ini.. jika saudara-saudariku tidak berada didalamnya....

Salam Ukhwah..........

Dec 2, 2011

MEREKA ADALAH JIWAKU

Semua makhluk Allah di bumi, membutuhkan sebuah ketenangan dan kedamaian untuk meneruskan hidup. Bayangkan ketika kita berada pada kondisi yang segalanya serba tersedia dan mewah, namun pikiran kita kacau dan hati begitu kering.

Maka semua nikmat tersebut hanya akan terasa seperti sekedar lewat dan pergi begitu saja tiada terkesan. Hiduppun terasa akan sangat kacau balau walau orang lain melihat kita dalam kesempurnaan.

Maka tidak disangkal lagi, bahwa kedamaian dan ketenangan batin, sebenarnya adalah hal primer yang menjadi kebutuhan manusia.

Tapi...

Dari manakah kita bisa mendapat kedamaian itu, kedamaian yang akan ada seterusnya menyertai kita, dan bukan hanya sekedar kamuflase sesaat saja.......?

Saudaraku, bahkan semua itu adalah sangat mudah untuk ditemukan.

Bahagiakan orang lain karena mengharap ridho Allah, maka hidupmu Insyaallah akan terasa bahagia.

Memperlakukan orang lain sebaik kita memperlakukan diri sendiri, adalah seperti membuka lebar- lebar kesempatan untuk kebaikan agar selalu menyertai kita.

Dan begitu kebaikan selalunya ada bersama kita, maka insyallah kedamaian akan dengan mudahnya datang kepada kita.
...Memperlakukan orang lain, sebaik kita memperlakukan diri sendiri, adalah seperti membuka lebar- lebar kesempatan bagi banyak kebaikan agar selalu menyertai kita...
Saudaraku, masih ingatkah kita tentang sabda Rasulullah berikut ini, “Berilah makan budakmu dengan makanan yang biasa kamu makan dan berilah mereka pakaian dengan pakaian yang biasa kamu pakai. Janganlah kamu menyiksa makhluk Allah“. (HR. Bukhari).

Tanpa melihat kedudukan dan apapun dari orang tersebut, beliau mengajarkan kita untuk tetap berlaku baik dan santun bahkan kepada para budak sekalipun.

Ingatlah pula tentang bagaimana beliau memperlakukan pembantu dan pekerjanya.

Ketika pembantu kecil Nabi Muhamamd shallallahu alaihi wasallam. sedang sakit, beliau membesuk dan duduk di dekat kepalanya, seraya mengajaknya untuk masuk Islam.

Pembantu kecil itu masuk Islam, maka Nabi Muhammad gembira seraya berkata, “Segala puji bagi Allah swt yang telah menyelamatkan dirinya dari api neraka.”

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam juga senantiasa menjaga kehormatan seseorang, memulyakan seseorang, melaksanakan hak-hak seseorang.

Beliau tidak pernah mengumpat, menjelekkan, melaknat, menyakiti, dan tidak merendahkan seseorang.

Dan, ketika hendak menasehati seseorang, beliau berkata, “Kenapa suatu kaum melaksanakan ini dan itu? Artinya, beliau tidak langsung menyalah orang tersebut.

Bahkan Beliau juga bersabda, ”Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat.

Siapa yang mengenyahkan kesusahan dari berbagai macam kesusahan di dunia dari orang mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari berbagai macam kesusahan pada hari kiamat.
Siapa yang memudahkan orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan hisabnya" (HR. Muslim)

Subhanallah, betapa mulianya akhlak beliau.

Betapa mulianya ajaran yang diwariskan untuk kita.

Dan memanglah benar bahwa dengan membahagiakan dan memuliakan orang lain, bukan justru akan merugikan dan merendahkan kita, namun sebaliknya, akan menjadikan kita pribadi yang mulia dihadapan manusia dan InsyaAllah mulia dihadapan Allah.

Lalu........., Mengapa masih ada dari kita yang harus selalu menuntut orang lain untuk menjadi sumber kebahagiaan bagi diri kita, bukankah akan lebih elegan jika hebatkan diri kita dengan menjadi pemasok kedamaian bagi batin orang lain dengan memperlakukan mereka secara baik, bahkan lebih baik.........?

Mungkin banyak dari kita yang mengeluhkan bahkan saat kita telah mencoba sebaik- baiknya untuk berbuat baik kepada orang lain, namun mereka tetap saja berbuat jahat kepada kita.

Namun yakinlah saudaraku, bahwa kebaikan yang kita lakukan tidak akan pernah sia- sia.

Dan kebaikan itu juga seperti sebuah bumerang yang efeknya akan kembali kepada diri kita kembali.

Sabar itu tidak memiliki batas seperti halnya surga yang  begitu luas yang insyaallah akan menjadi hak milik bagi setiap kita yang memilih untuk tetap menjadi pribadi baik dan membaiki orang lain.

Dan Hal ini hanya akan berlaku untuk para hambanya yang yakin.

Yakin pada kebesaran dan keadilan Allah, yang maha atas segala- galanya.
... Hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan sesamanya dengan mulia...
Mari kita belajar tentang keindahan kasih sayang Allah atas kita.

Di dunia ini benar- benar tiada hal yang lebih indah melainkan Allah, tiada yang lebih mendamaikan melainkan Allah. Kasih sayang Allah adalah yang maha mempesona.

Darinya kita banyak belajar tentang banyak keindahan yang tidak akan dapat dihitung dengan pikiran manusia.

Allah tetap mencintai kita dan memperlakukan diri kita secara sangat baik, betapapun kita selalu mengkhianati Allah sepanjang waktu.

Marilah pula kita belajar tentang kemuliaan akhlak Baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang selalu santun dan baik dalam kesehariannya .

Dari beliau kita belajar bahwa, hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan sesamanya dengan mulia.

Sungguh, tidak ada yang lebih menyejukkan selain sebuah akhlak yang baik, yang tercermin dari ketulusan kita untuk memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk orang lain.

Perlakukan orang lain dengan baik, sebaik kita ingin diperlakukan baik oleh mereka, hanya karena Allah saja.

Bukan karena niat ingin dipuji apalagi dicintai secara lebih oleh manusia.

Memang akan susah untuk dilakukan, namun ingatlah saudaraku, bahwa kebanyakan manusia lazim melakukan yang dilakukan manusia kebanyakan.

Maka istimewakan dirimu dengan hal yang akan sulit rasanya di awal tapi insyaallah akan berakhir pada kemuliaan atas dirimu.

Dan sebuah kemuliaan seorang manusia, tentu saja akan tetap akan ada, bahkan saat manusia tersebut sudah tiada. Insyaalllah...

Nov 30, 2011

5 TANDA MENJELANG KEMATIAN DALAM 100 HARI

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan -akan bergetar. 

Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehaidiran tanda ini. 

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat...
 
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk
memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

1. Tanda 40 hari :
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH Subhanaahu Wa Ta'alla, maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu ... 


Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika... 

Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.. .......

2. Tanda 7 hari :

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan...

3. Tanda 3 hari :
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.... Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat diperhatikan jika kita melihatnya dari bagian sisi... Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan Beransur-ansur masuk ke dalam... Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan...

4. Tanda 1 hari :
Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ahsar keesokan harinya....

5. Tanda akhir :
Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibahagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian Halkum...


Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Wallahu A'lam .......................

Nov 29, 2011

JANGAN JADIKAN KARTINI-KARTINI MENANGIS

Mungkin kita kerap mendengar ungkapan, kalau wanita cantik berbuat salah, para pria bilang ‘nobody is perfect.’

Tapi kalau yang berbuat salah perempuan jelek, langsung dicap “pantas…tampangnya saja kriminil!” Ya, punya predikat cantik memang menguntungkan.

Bahkan ketika berbuat salah pun tetap ‘dibela’.

Luna Maya, meski terlibat skandal mesum dengan Ariel, kini sudah eksis lagi. Masyarakat seolah sudah memaafkannya.


Di dunia kriminal, dulu kita pernah dikagetkan dengan ulah ratu ekstasi Zarima Mirafsur.

Tapi, tak lama masyarakat juga melupakannya.

Sekeluar dari penjara, bukan dikucilkan, malah laris dapat tawaran sinetron.

Belakangan ada Malinda Dee yang “sukses” menjebol Citibank.

Label “cantik dan seksi” di usia 47, membuat MD jadi artis dadakan.

Ulasannya jadi headline berbagai media massa sepekan lebih. Lantas, apa hubungannya perempuan-perempuan cantik tadi dengan Kartini........?

Tuntutan Zaman
Kartini terlanjur dilekatkan sebagai ikon penarik gerbong perjuangan hak perempuan di Indonesia.

Walhasil, kiprah perempuan di ranah publik, meningkat deras seiring isu emansipasi perempuan sejak era 80-an.

“Semangat” Kartini telah menjadikan para perempuan berbagai latar belakang terus merangsek ke sektor-sektor publik, mengisi ruang-ruang yang dulu hanya dihuni kaum adam.

Terlebih di era liberalisasi saat ini, kebebasan perempuan semakin tak terbendung.

Terjadilah revolusi, dari profil perempuan rumahan menjadi wanita super sibuk yang banyak kegiatan di luar rumah.

Dulu, profil perempuan rumahan yang digambarkan hanya berkutat pada dapur, sumur dan kasur, tidak pernah memperhatikan penampilan.

Berbeda dengan sekarang, ketika perempuan berkiprah di ranah publik, dituntut (lebih tepatnya menuntut dirinya sendiri) untuk tampil habis-habisan.

Menghargai diri sendiri, agar percaya diri dan dipercaya relasi.

Begitu dalihnya. Tuntutan seperti itu pada akhirnya melahirkan perempuan-perempuan pemuja materi.

Bukankah untuk mempermak penampilan tidak murah......?

Maka, jangan kaget ketika perempuan (cantik) pun, akhirnya terlibat tindak kriminal.

Motifnya sungguh sepele: demi menunjang penampilan.

Maklum, kecantikan mahal harganya. Zaman sekarang, kalau tidak cantik, susah mendapatkan pekerjaan, jodoh, mengejar target penjualan, merangkul klien baru, dan seterusnya.

Paradigma itulah yang menyihir jutaan wanita di seluruh dunia, hingga membelanjakan hampir sebagian besar isi dompetnya demi satu predikat: cantik. 

Padahal, sejatinya mereka hanya memperkaya para pelaku industri kecantikan.

Ironi Kesetaraan
Kini, di tengah “kesuksesan” emansipasi dalam mengeluarkan para perempuan dari rumah-rumah mereka, sederet persoalan menyertai.

Suatu keniscayaan, interaksi perempuan dan laki-laki yang makin intens di ruang publik, kerap menimbulkan gesekan.

Kisah-kisah perselingkuhan, perzinaan hingga pelecehan seksual tak henti menghiasi media massa.

Masih ingat dengan skandal mesum Maria Eva dan Yahya Zaini yang menghebohkan itu........?

Juga, skandal Antasari Azhar dan caddy golf Rani? Betapa menyedihkan jika kiprah perempuan sebatas selir di antara kaum adam.

Demikian pula angka kejahatan seksual, kekerasan, ekspolitasi, perdagangan perempuan dan diskriminasi, terus meroket.

Dan, perempuan bukan hanya korban, tapi juga pelaku.

Bagaimana ibu tega menghabisi nyawa suaminya, mengaborsi janinnya dan bahkan membunuh darah dagingnya.

Begitu pula perceraian dan single parent, menjadi problem sosial berikutnya yang dipicu oleh ulah kaum perempuan itu sendiri.

Memang, tak sedikit perempuan yang mendapat “berkah” dari emansipasi.

Mereka menjadi perempuan mandiri, khususnya dari sisi finansial. Sayang, kemandirian ini kerap dijadikan daya tawar  terhadap kaum lelaki. Hingga banyak rumah tangga berantakan karena gugat cerai istri.

Seperti pernah diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali. Ia mengaku prihatin terhadap tingginya kasus cerai gugat (istri minta cerai).

Seperti di Riau, angka gugat cerai mencapai 82 persen setiap tahun (www.liputan24.com).

Selain karena meningkatnya kesadaran perempuan akan hak-haknya, kemandirian ekonomi istri juga tak dimungkiri sebagai faktor pendorong terjadi perceraian.

Padahal semua sepakat, perceraian banyak meninggalkan problem.

Seperti keterlantaran anak, kurangnya kasih sayang, dan terpenting, terputusnya proses regenerasi.

Redefinisi
Perjuangan Kartini nampaknya telah ditafsirkan melampaui batas oleh kaum perempuan saat ini.

Karena itu, hendaknya mereka meredefinisikan kesetaraan dan keadilan gender yang dikehendaki.

Jangan sampai mematikan nurani perempuan sebagai sosok lemah-lembut, penuh kasih dan manusiawi.

  Kita tidak ingin mendengar lagi perempuan-perempuan (cantik) menjadi ikon para kriminalis.

Untuk itu, kita patut merenungkan kembali ruh perjuangan Kartini.

Seperti petikan suratnya: “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya.

Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama” (Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902).

Sejatinya, yang diperjuangkan Kartini adalah agar perempuan tidak didiskriminasi dalam menuntut ilmu, khususnya terkait keterampilan keperempuanan.

Kartini meyakini, jika seorang ibu memiliki bekal ilmu yang cukup, akan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.

Kita berterima kasih, saat ini kaum perempuan mendapat kesempatan luas dalam menikmati pendidikan.

Sayang........., perempuan terdidik ini kerap menuntut lebih diluar hak-hak yang semestinya sudah ia dapatkan. Emansipasi kebablasan.

Mungkin jika Kartini masih hidup, akan menangis melihat sepakterjang kaumnya saat ini.

Bisa jadi dia akan menyesal telah dijadikan ikon perjuangan emansipasi kaum perempuan.

CARA MENCEGAH PERSELINGKUHAN

Dalam waktu terakhir ini kita semakin sering mendengar berita perselingkuhan yang marak di mana-mana. Sejumlah skandal seks menimpa politisi. 

Di luar ini, disinyalir masih banyak pejabat dan anggota legislatif lain, serta anggota masyarakat biasa yang berperilaku bejat, berselingkuh atau berzina dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan lelaki bukan suaminya. 




Penyebab Selingkuh
1. Masalah internal.
Pernikahan pada dasarnya mempertemukan dua orang yang mempunyai kepribadian, sifat, karakter, latar belakang keluarga dan problem yang berbeda satu sama lain. 

Karena itu....., tidak mengherankan jika kehidupan dalam rumah tangga kadang tidak seindah harapan. 

Ketidakmatangan masing-masing pasangan ikut mempengaruhi dinamika yang terjadi dalam menghadapi setiap persoalan rumah tangga.

Jika masing-masing tidak berusaha untuk memperbaiki diri atau malah justru mencari hiburan dan kompensasinya sendiri, maka pengikat di antara keduanya semakin pudar.

Jika ini tidak segera diatasi, cepat atau lambat akan  mempengaruhi kualitas hubungan suami-istri.

Sikap apatis, pasif atau bahkan pasif-agresif bisa menjadi indikasi adanya masalah dalam kehidupan pernikahan seseorang.

Emotional divorce (keterpecahan emosi), yang banyak dialami oleh suami-istri, baik yang baru maupun yang sudah lama menikah, membuat hubungan cinta kasih akhirnya padam dan menjadi dingin. 

Meskipun secara fisik pasangan suami-istri masih tinggal serumah, secara emosional terdapat jarak yang membentang. 

Dengan pudarnya cinta dan kasih sayang, semakin longgarlah ikatan dan komunikasi di antara pasangan yang bisa mendorong salah satu atau keduanya mencari seseorang yang dapat memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan emosional maupun kebutuhan fisik, termasuk seks. 

Apalagi jika kemudian masing-masing pasangan tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan berumah tangga dan mengatasi persoalan yang muncul menurut ajaran Islam.

Debbie Layton-Tholl mengungkapkan bahwa perselingkuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah pada dasarnya bukan karena untuk mencari kepuasan seksual semata.

Prosentase terbesar (90%) perselingkuhan terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan emosional pasangan. Kebutuhan seksual bukanlah menjadi alasan pertama dan utama.

Perilaku seksual yang sering mewarnai affair ataupun perselingkuhan sering hanya merupakan sarana untuk memelihara dan mempertahankan affair tersebut, bukan menjadi alasan utama. 

2. Masalah eksternal.
Dalam pandangan kapitalis hubungan pria dan wanita merupakan pandangan yang bersifat seksual semata, bukan pandangan untuk melestarikan keturunan manusia. 

Oleh karena itu, mereka sengaja menciptakan fakta-fakta yang terindra dan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual di hadapan pria dan wanita dalam rangka membangkitkan dorongan seksual untuk dipenuhi. 

Mereka menganggap bahwa gejolak naluri yang tidak dipenuhi mengakibatkan kerusakan pada diri manusia, baik terhadap fisik, psikis, maupun akalnya. 

Dari sini, kita bisa memahami, mengapa banyak komunitas masyarakat selalu menciptakan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual (fantasi-fantasi seksual), baik dalam cerita-cerita, lagu-lagu, maupun berbagai karya mereka lainnya.

Belum lagi kebiasaan gaya hidup campur-baur antara pria dan wanita yang tidak semestinya di dalam maupun di luar rumah. 

Semua ini muncul karena mereka menganggap tindakan-tindakan semacam itu merupakan hal yang lazim dan penting sebagai bagian dari sistem dan gaya hidup mereka.

Kiat Menghindari Perselingkuhan Secara Islam
1. Menjalankan kehidupan rumah tangga secara islami. 

Sebagai sebuah ibadah, pernikahan memiliki sejumlah tujuan mulia. 

Memahami tujuan itu sangatlah penting guna menghindarkan pernikahan bergerak tak tentu arah yang akan membuatnya sia-sia tak bermakna. 

Tujuan-tujuan itu adalah untuk mewujudkan mawaddah dan rahmah, yakni terjalinnya cinta-kasih dan tergapainya ketenteraman hati (sakinah) (QS ar-Rum: 21); melanjutkan keturunan dan menghindarkan dosa; mempererat tali silaturahmi; sebagai sarana dakwah; dan menggapai mardhatillah

Jika tujuan pernikahan yang sebenarnya dipahami dengan benar, insya Allah akan lebih mudah bagi suami-istri meraih keluarga sakinah dan terhindar dari konflik-konflik yang berkepanjangan.

Sebab......., kesepahaman tentang tujuan pernikahan sesungguhnya akan menjadi perekat kokoh sebuah pernikahan. 

Islam memandang pernikahan sebagai “perjanjian yang berat (mîtsâq[an] ghalîdza)” (QS an-Nisa’ [4]: 21) yang menuntut setiap orang yang terikat di dalamnya untuk memenuhi hak dan kewajibannya.
Islam mengatur dengan sangat jelas hak dan kewajiban suami-istri, orangtua dan anak-anak, serta hubungan dengan keluarga yang lain. Islam memandang setiap anggota keluarga sebagai pemimpin dalam kedudukannya masing-masing. 

Dengan kata lain........., pernikahan haruslah dipandang sebagai bagian dari amal shalih untuk menciptakan pahala sebanyak-banyaknya dalam kedudukan masing-masing melalui pelaksanaan hak dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. 

Ketimpangan atau terabaikannya hak dan kewajiban, misalnya soal nafkah, pendidikan atau perlindungan, tentu akan dengan sangat mudah menyulut perselisihan dalam keluarga yang bisa berpeluang untuk terjadi perselingkuhan.

2. Atasi berbagai persoalan suami-istri dengan cara yang benar (islami) dan tidak melibatkan orang (lelaki atau perempuan) lain.

Dalam kehidupan rumah tangga, tidak selalu mudah menyatukan dua pribadi yang berbeda dan dengan latar belakang yang berbeda. 

Konflik menjadi suatu hal yang mudah terjadi dalam kehidupan rumah tangga.
Kesabaran merupakan langkah utama ketika mulai muncul perselisihan.

Islam memerintahkan kepada suami-istri agar bergaul dengan cara yang baik, serta mendorong mereka untuk bersabar dengan keadaan masing-masing pasangan; karena boleh jadi di dalamnya terdapat kebaikan-kebaikan.

Jika dibutuhkan orang ketiga untuk membantu menyelesaikan persoalan maka jangan sekali-sekali melibatkan lawan jenis yang bukan mahram-nya; seperti teman sekantor, tetangga, kenalan dan sebagainya. 

Awalnya mungkin hanya sebatas curhat, tetapi tanpa disadari, jika sudah mulai merasa nyaman, persoalan mungkin justru tidak terpecahkan, yang kemudian terjadi adalah munculnya rasa saling ketergantungan dan ketertarikan. 

Hal ini bisa menjadi awal dari kedekatan di antara mereka dan peluang untuk terjadinya perselingkuhan.
3. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis di tengah-tengah masyarakat.

Dalam pandangan Islam hubungan antara pria dan wanita merupakan pandangan yang terkait dengan tujuan untuk melestarikan keturunan, bukan semata-mata pandangan yang bersifat seksual.

Dalam konteks itulah, Islam menganggap berkembangnya pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual pada sekelompok orang merupakan keadaan yang membahayakan.

Oleh karena itu, Islam memerintahkan pria dan wanita untuk menutup aurat, menahan pandangannya terhadap lawan jenis, melarang pria dan wanita ber-khalwat, melarang wanita bersolek dan berhias di hadapan laki-laki asing (non-mahram). 

Islam juga telah membatasi kerjasama yang mungkin dilakukan oleh pria dan wanita dalam kehidupan umum serta menentukan bahwa hubungan seksual antara pria dan wanita hanya boleh dilakukan dalam dua keadaan, yaitu: lembaga pernikahan dan pemilikan hamba sahaya.

4.  Poligami.
Islam telah menjadikan poligami sebagai sesuatu perbuatan mubah (boleh), bukan sunnah, bukan pula wajib. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani mengatakan dalam An-Nizhâm al-Ijtimâ’i fî al-Islâm:
Harus menjadi kejelasan, bahwa Islam tidak menjadikan poligami sebagai kewajiban atas kaum Muslim, bukan pula suatu perbuatan yang mandub (sunnah) bagi mereka, melainkan sesuatu yang mubah, yang boleh mereka lakukan jika mereka berpandangan demikian.

Dasar kebolehan poligami tersebut karena Allah Subhanaahu Wa Ta'ala. telah menjelaskan dengan sangat gamblang tentang hal ini (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 3).

Poligami bisa menjadi solusi di tengah kehidupan pergaulan lawan jenis seperti sekarang ini.

Anehnya, poligami justru banyak ditentang, sementara perselingkuhan dibiarkan merajalela.

Praktik poligami yang salah di tengah-tengah masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk menolak poligami.  
Sebab.... realitas itu terjadi karena praktik poligami tidak dijalankan sesuai dengan tuntunan Islam. 

Alasan bahwa wanita menjadi sakit hati dan tertekan karena suaminya menikah lagi juga tidak tepat. 

Perasaan tersebut hanya akan muncul akibat adanya anggapan bahwa poligami sebagai sesuatu yang buruk. Itu terjadi karena kampanye massif yang dilancarkan kalangan antipoligami. 

Sebaliknya, jika istri menganggap poligami sebagai sesuatu yang baik, perasaan sakit hati dan tertekan akibat suaminya berpoligami tidak terjadi. 

Allah Subhanaahu Wa Ta'ala. telah memberikan peringatan yang tegas kepada para suami yang berpoligami (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 129).

Intinya, Allah Subhanaahu Wa Ta'ala. memerintahkan kepada seorang suami untuk menjauhkan diri dari kecenderungan yang berlebihan kepada salah seorang istrinya dengan menelantarkan yang lain.

Hal ini juga diperkuat dengan sebuah Hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam., sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra. (HR Ahmad). 

5. Memberikan hukuman bagi para pelaku perselingkuhan.
Pada hakikatnya perselingkuhan sama dengan perzinaan. 
Dalam pandangan Islam seorang yang berselingkuh/berzina mendapatkan hukuman yang sangat berat.

Jika belum menikah, pelakunya harus dicambuk 100 kali, dan untuk yang sudah menikah harus dirajam sampai mati. 

Hukuman yang berat ini akan menjadi pelajaran bagi pelakunya hingga menimbulkan jera sekaligus sebagai penebus dosa atas perbuatan yang dilakukan.

Jika hukuman ini diterapkan, seseorang akan berpikir panjang sebelum melakukan perselingkuhan.

SEEKOR SEMUT DAN NABI SULAIMAN A.S.

TKerajaan Nabi Sulaiman a.s. dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang.
Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi.
Kekeringan melanda di mana-mana. Baginda Sulaiman a.s. mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah Subhanaahu Wataala. agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka.
Baginda Sulaiman a.s. kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah Subhanaahu Wataala agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.

Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman a.s. melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan.
Baginda Sulaiman a.s. kemudian mendengar sang semut mulai berdoa memohon kepada Allah Subhanaahu Wataala penunai segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku", do'a sang semut kepada Allah Subhanaahu Wataala. Mendengar doa si semut maka Baginda Sulaiman a.s.kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "Kita segera pulang, sebentar lagi Allah Subhanaahu Wataala akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian.
Allah Subhanaahu Wataala. telah mengabulkan permohonan seekor semut".

Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.
Suatu hari Baginda Sulaiman a.s. sedang berjalan-jalan.
Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma.
Baginda Sulaiman a.s terus mengamatinya, kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya: "Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu.......?.

Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah Subhanaahu Wataala berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun.
Baginda Sulaiman a.s. kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut, "Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun.
Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu".

Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman a.s.
Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman a.s. datang melihat keadaan si semut. Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang.
Baginda Sulaiman a.s. bertanya kepada si semut, "Hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu" "Wahai Nabiullah, aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa.

Selama ini Allah Subhanaahu Wataalayang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma.
Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi kerana engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak), jawab si semut.