SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

SELAMAT DATANG DI NOTE UNTUK KAMU

Blogger ini muncul berdasarkan dari beberapa permintaan saudara-saudariku semua..

Alhamdulillah akhirnya tercapai juga dan selesai sudah blogger ini dibuat...

Namun kesempurnaan blogger ini belumlah maximal.

Semoga dihari..hari mendatang dapat disempurnakan blogger ini

Dan blogger ini tercipta dan ada... karena... diri saudara-saudariku semua..

Dan...tiada artinya blogger"NOTE UNTUK KAMU" ini.. jika saudara-saudariku tidak berada didalamnya....

Salam Ukhwah..........

Sep 8, 2011

TUHAN KITA YANG MANA..........???

Tidak dapat dipungkiri, bahwa sesungguhnya Tuhan itu hanya satu. Meski demikian, banyak orang yang menyembah Tuhan yang berbeda-beda. Ada yang menyembah matahari sebagai Tuhannya. 

Ada yang menyembah Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan sebagainya. Ada juga yang hanya menyembah Allah semata.

Lalu, manakah Tuhan yang benar menurut Islam..........? 

Bagaimana ciri-cirinya..........? 

Sesungguhnya, kita tidak mengetahui sedikit pun tentang Tuhan, meski demikian, dalam Al Qur’an, Tuhan menjelaskan sifat-sifatnya.

Menurut ajaran Islam, Tuhan adalah pencipta segalanya:

“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.” [Al Baqoroh:117]

“Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali Imran:59]

”Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali..........?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?” [Yunus:34]

Tuhan juga memiliki semua yang ada, baik di bumi, langit, mau pun yang ada di antara keduanya:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. 

Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya.........??” 
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; 
Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al Maaidah:17]

Tuhan juga telah ada sebelum segala sesuatu ada (awal). Tuhan juga akan tetap ada, ketika yang lain telah musnah (akhir):

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al Hadiid:3]

Oleh karena itu........, tidak mungkin Tuhan lahir, ketika makhluk lain sudah ada, atau pun meninggal, ketika makhluk lain masih ada. 

Jika ada, itu tidak lain hanyalah makhluk ciptaan Tuhan belaka.

Hanya ada satu Tuhan, yaitu: Allah.

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu  dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain  Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti  orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” 
[Al Maa-idah:73]


Allah tidak punya sekutu.

“Katakanlah: 
“Siapakah Tuhan langit dan bumi....?” 

Jawabnya:
“Allah.” 

Katakanlah:
“Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri.........?”. 

Katakanlah: 
“Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” 

Katakanlah: 
“Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. [Ar Ra’d:16]

Dan katakanlah: 
“Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa:111]

Maha Suci Allah dari mempunyai anak dan sekutu.
 “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahka sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,” [Al Mu’minuun 91]

“dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. [Al Ikhlas:4]

Allah Maha Mengetahui, baik yang zahir mau pun yang ghaib.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” [Al An’aam:59]

Allah Maha Kuasa. 

Sering kita terpukau akan kegagahan/keperkasaan seseorang. 

Namun mereka semua tidak ada yang kekal. 

Orang-orang yang besar dan ditakuti seperti Jengis Khan, Hitler, Roosevelt, semua musnah di tangan Allah yang Maha Kuasa dan Maha Mematikan.

“Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.” [An Nisaa:133]

“Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa`atanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” [Al Furqaan:3]

Allah Maha Mengatur. Sering kita lihat jembatan yang telah dirancang oleh para ahli dan dibangun ratusan tukang dengan tiang-tiang yang kuat, roboh seketika. Atau lalu-lintas udara yang diatur dengan radar, pengawas udara, serta pilot dan co-pilot, tetap selalu mengalami kecelakaan setiap tahunnya.

Namun tidak pernah sekalipun langit yang tanpa tiang ambruk menimpa bumi. Matahari tidak pernah menabrak bulan atau bumi, meski semuanya telah beredar selama milyaran tahun. Itulah bukti bahwa keteraturan itu terjadi karena adanya Sang Maha Pengatur: Allah.

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. 
Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]

Allah juga telah memberikan banyak nikmatnya kepada manusia:
“Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” [Al Baqarah:22]

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” [Al Baqarah:164]

Itulah beberapa sifat dari Allah, Tuhan kita. Sifat-sifat Allah lainnya tercermin dalam 99 nama Allah (Asma ul Husna).

CINTA dan NAFSU

Sepasang kekasih yang saling mencinta bernama ranti dan wisnu. Mereka masih duduk di sekolah menengah atas. Mereka sepasang kekasih yang sudah lama menjalin sebuah hubungan cinta, mungkin sering disebut dengan cinta monyet. Hubungan ranti dan wisnu sudah terjalin sejak kelas 1SMA, dimana ketika ranti dan wisnu menjalani ospek di sekolahnya. Saat itu ranti sedang tertatih kesakitan menahan maag yang di derita, tiba-tiba wisnu memberikan sebotol air mineral dan roti. Dari situlah benih cinta tumbuh antara ranti dan wisnu.

Dua tahun berlalu namun jalinan cinta ranti dan wisnu masih bertahan. Ketika menjelang UAN ranti dan wisnu sering belajar bersama. Mereka sering belajar bersama di rumah ranti, orang tua ranti telah kenal dengan wisnu sehingga wisnu di ijinkan belajar dirumah ranti. Sore itu wisnu datang ke rumah ranti dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan. Ranti langsung mengajak wisnu masuk dan mengambilkan handuk serta membuatkan kopi. Entah kenapa tiba-tiba terlintas pikiran yang tidak-tidak dari wisnu dan terjadilah hubungan intim di antara keduanya. Saat itu rumah ranti memang sedang sepi karena keluarganya sedang pergi. Ranti panik dan menangis, dia bingung bila sampai orang tuanya tau. Wisnu pun pusing karena telah merasa bersalah kepada ranti, tapi wisnu berusaha menyakinkan ranti bahwa apapun yang akan terjadi dia akan bertanggung jawab.

Seminggu kemudian ranti mual-mual dan semakin panik karena sampai saat ini dia tidak datang bulan. Ranti berkata pada wisnu sambil menangis. Wisnu memegang erat tangan ranti, dia berkata "sayang aku ga akan tinggalin kamu ko, tapi ga saat ini sayang. Minggu depan kita uan, aku janji setelah lulus aku akan bilang pada ibu kamu bahwa aku akan menikahi kamu. Kita fokus saja pada ujian yang sebentar lagi kita laksanakan ya sayang". Ranti memeluk erat wisnu dan berharap wisnu akan membuktikan janjinya.
UAN telah usai, ranti dan wisnu telah lulus SMA ranti menagih janji wisnu karena takut semakin lama perut ranti membesar. Wisnu memberanikan diri berkata kepada orang tuanya bahwa dia ingin menikah. Orang tua wisnu kaget ketika mendengar cerita dan pengakuan anaknya, ibu wisnu menangis namun apa ada nasi telah menjadi bubur. Wisnu dan kedua orang tuanya pergi ke rumah ranti untuk membicarakan rencana pernikahannya. Orang tua ranti marah sejadi-jadinya dengan wisnu, orang yang telah dipercayainya ternyata menodai anaknya. Ranti menangis dan sujud kepada ibunya. Ibunya mulai menerima dan mengijinkan anaknya menikah, ibunya tak ingin cucu yang dikandung anaknya tak memiliki ayah. Mereka mengadakan akad nikah sebulan kemudian tanpa resepsi. Orang tua ranti malu anaknya hamil lalu menyuruh ranti pergi dari rumah. Kala itu wisnu pun tak memiliki penghasilan dan bingung akan tinggal dimana. Ibu wisnu yang tak tega dengan anaknya mengijinkan wisnu dan ranti tinggal di rumahnya. 

Wisnu dan ranti setiap hari mencari lowongan kerja dan berharap segera mendapatkannya. Sebulan kemudian wisnu dan ranti mendapatkan pekerjaan di perusahaan berbeda. Mereka bekerja giat mengumpulkan uang untuk biaya hidup dan melahirkan. Setiap hari wisnu menjemput ranti sang istri pulang kerja, wisnu takut terjadi apa-apa dengan calon anak dan istrinya.

Beberapa bulan kemudian setelah dirasa uangnya cukup untuk mengontrak rumah, wisnu memutuskan untuk pindah dan membangun keluarganya sendiri. Mereka tinggal disebuah kontrakan satu kamar, walau kecil kontrakannya mereka bahagia karena dapat mandiri. Setiap pagi ranti bangun untuk membuatkan sarapan wisnu sebelum berangkat kerja dan setiap pagi wisnu pun mengantar ranti ke perusahaan tempat ranti bekerja. Mereka bahagia dalam rumah kontrakan yang mereka tempati. Beberapa bulan kemudian usia kandungan ranti menginjak 9bulan. Ranti tidak lagi bekerja, dia cuti dan suaminya wisnu semakin sering menelpon ranti untuk mengetahui keadaan ranti. Wisnu khawatir ranti melahirkan karena ranti dirumah hanya sendiri.
Sore hari ranti merasakan perutnya begitu sakit. Ranti panik dan menelpon wisnu. Setengah jam kemudian wisnu datang dan ranti sudah merintih kesakitan, segeralah wisnu bergegas mengantar ranti ke bidan terdekat. Wisnu menemani ranti diruang melahirkan. Ranti memegang tangan wisnu begitu erat sambil mengatur nafasnya. Wisnu memberikan semangat kepada ranti dan mengelap keringat yang mengalir dikeningnya. Suara tangis bayi terdegar dan seorang mengangkap seorang bayi. Bidan itu berkata pada wisnu “ Selamat anda telah menjadi seorang ayah, anak anda laki-laki”. Wisnu mengucapkan syukur kepada tuhan dan mencium kening istrinya. Wisnu melantunkan adzan di telinga anaknya. Betapa bahagianya wisnu telah dapat merawat istrinya dengan baik sehingga bayi terlahir dari rahim istrinya.
Wisnu menelpon orangtuanya, memberikan kabar bahwa cucunya telah terlahir ke dunia. Wisnu juga menelpon orangtua ranti mengabarkan kepada orang tua ranti bahwa anaknya telah melahirkan. Orang tua wisnu dan ranti datang ke rumah bersalin. Betapa bahagianya  orangtua ranti melihat cucunya, rasa marah kepada wisnu dan ranti hilang ketika itu. Orangtua ranti dan orangtua wisnu saling berebutan untuk memberikan nama kepada cucunya. Ranti dan wisnu begitu bahagia melihat orangtua mereka dapat menerima cucu yang dilahirkan ranti.
Ketika cucunya terlahir ke dunia semua berubah, kehidupan ranti dan wisnu semakin bahagia. Orangtua mereka sering menjenguk cucunya, bahkan orangtua ranti menyuruh ranti agar tinggal dirumahnya agar ada yang membantu ranti merawat anaknya. Namun ranti dan wisnu tidak mau, dia lebih memilih tinggal di kontrakannya. Orangtua ranti dan wisnu tidak menyangka anaknya tinggal di kontrakan yang begitu kecil. Mereka tidak tega melihatnya, mereka ingin memberikan rumah untuk anaknya, namun lagi-lagi ranti dan wisnu tidak mau.
Pekerjaan wisnu pun semakin baik, wisnu naik jabatan dan penghasilannya pun bertambah. Kini wisnu dapat member rumah sendiri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka begitu bahagia karena tuhan masih memaafkan kesalahan masa lalu, mereka pun bahagia karena tuhan masih ingin membantu keluarganya.

HARI INI SUDAHKAH KITA BERSYUKUR

Mungkin saudara-saudariku pernah baca buku The Secret, pastinya udah mengerti ya apa gunanya bersyukur.....? 

Tapi apa perlu baca buku itu dulu baru mulai bersyukur? 

Rasanya di agama manapun, kita diajarin ya untuk bersyukur.. 

Setiap hari, ketika mendapatkan email dengan subject: “Notification of payment received”, atau “Selamat anda memiliki prospek baru”… secara spontan aku mengucapkan: Terima Kasih…!!

Berapa pun nilai yang aku terima, baik itu baru calon pembeli, atau Rp.1… aku ucapkan: Terima Kasih..!! 

Menurut buku The Secret, dunia ini dipenuhi dengan hukum tarik menarik.. apa yang kita pikirkan, apa yang kita ucapkan.. akan kembali pada kita… 

Menurut agamaku, jika aku mengucapkan syukur, maka aku akan mendapatkan lebih banyak lagi hal untuk disyukuri… Jika aku mengucap syukur untk Rp.1 yang aku terima… akan datang Rp.1 - Rp.1 lain nya… 

Jika aku bersyukur untuk satu prospek, akan dapat prospek-prospek lain, makin banyak prospek, kemungkinan terjadi sales akan lebih besar.. 

Merasa tidak ada yang bisa disyukuri........? 

Ga mungkin… dibalik semua hal yang tidak menyenangkan, pasti ada hal yang dapat kita syukuri. 

Pernah denger pendapat kalau orang Jawa tuh beruntung terus.........? 

Kalau abis jatuh, tangannya luka, untung ga patah… 

Kalau abis kecopetan dompet, untung hp ga diambil pencopet.. semua masih ada untung nya ! 

Paling tidak, kita bisa bersyukur, karena hari ini masih bisa hidup, masih bisa bernafas, masih bisa baca tulisan ini hehe… Cobalah untuk bersyukur paling tidak satu hari satu kali… Ini perlu latihan! 

Latihan untuk melihat hal-hal dari segi positifnya yang bisa kita syukuri.. 

Jadi jangan melulu melihat dari sisi negatifnya yaa.. kalau di otak kita mikir negatif, di mulut kita keluar ucapan negatif.. apa yang akan kita dapat........? 

Ini juga nih yang bikin aku ‘menjauhi’ tv dan koran hik… abis berita2nya banyak negatifnya… sebisa mungkin aku menghindari sumber2 pikiran negatif.. 

Sikap natur manusia.. kalau sudah mengalami hal yang ngga ngenakin.. udah ituuuu aja yang dipikir… cobain deh gini.. ketika mengalami hal yang negatif.. pause sebentar… pejamkan mata… tarik nafas.. coba lihat situasi / masalah dari segi positif… lalu ucapkan syukur…

Latihan… aku perlu latihan untuk melakukan hal ini… so far sih hidup jadi lebih menyenangkan dan lebih bergairah… dapet Rp.1… menunggu Rp.1 lainnya… jangan dilihat nilai Rp.1 nya, kalau setiap satu jam dapet Rp.1 kan jadi banyak juga toh........? hihihi… 

Ya Bang Rino sih enak sekarang bisa begitu.. dapet segitu.. bla bla bla… tapi aku kan juga mulai dari NOL.. bahkan dari MINUS… 

Banyak orang yang ingin belajar supaya bisa bekerja dari rumah seperti aku.. tapi mengabaikan pelajaran penting soal MIND SET termasuk bersyukur ini… 

Seberapa mahalnya anda belajar, seberapa lamanya anda bekerja, seberapa banyaknya waktu yang anda berikan untuk bekerja.. tanpa mind set yang baik dan tanpa bersyukur.. apa bisa berhasil......?

Perjalanan bisnis ku tidak terlalu lancar.. beberapa kali sumber penghasilkan ku ditutup sepihak tanpa aku punya kuasa untuk memperbaiki… ya berasa kayak di PHK gitu…but I’m still here… 

Coba kalau waktu pertama kali dapet masalah dulu itu aku quit dan berhenti mencoba.. ya aku ga akan bisa seperti sekarang ini, kerja di rumah… 

Kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan.. itu kata mereka… gimana kata saudara-saudariku........? 

Ga berhasil menjual hari ini, mau coba lagi ga......? 

Mau coba cari jalan keluarnya, atau mau QUIT........? 

Eh.. jadi ngelantur.. wong lagi ngomongin bersyukur.. hihi… Anyway… kalau belum membiasakan diri bersyukur… yuk mulai dari sekarang… walau mengucap syukur mungkin belum cukup, but it’s a good start…

PANTASKAH SURGA UNTUK KITA

Banyak orang yang menyangka kalau sudah rajin sholat, rajin ibadah, pasti “tiket” ke syurga sudah di kantong, seperti dia sudah yakin banget bahwa syurga pasti dimasukinya.

Kebanyakan orang lupa bahwa bukan ibadahnya yang menyebabkan dia dapat dimasukan ke dalam syurga, tapi semat-mata karunia Allah Subhanaahu Wa Ta'ala.

Kenapa........?

Coba kita lihat uraia berikut ini.
Betapapun banyak amal yang kita lakukan, tak sebanding dengan umur yang telah diberikan Allah Subhanaahu Wa Ta'ala pada kita, menurut perkiraan kita, kita sudah beramal banyak, nyatanya jika dihitung secara cermat, ibadah kita ternyata hanya sedikit sekali.

Faktanya dari kehidupan sehari-hari, waktu untuk tidur lebih banyak dibandingkan waktu ibadah.
Coba saja hitung dalam setiap hari, yang riil aja, misalnya, sholat sehari semalam 5 waktu kali rata- rata 6 menit, di jumlah hanya 30 menit saja kita sholat sehari semalam. Sedang kita tidur setiap hari rata-rata 6- 8 jam.......... !

Minim sekali ibadah kita pada Allah, itupun belum tentu diterima Allah, apa lagi kalau dibarengi dengan riya, maka ibadah kita tak bernilai apapun, nilai ibadah kita nol, kalau dibarengi dengan riya, ingin di puji atau alasan lainnya yang bukan karena Allah Subhanaahu Wa Ta'ala

Dan kalau mau dihitung-hitung, rasanya tak pantas kita mendapat syurga, tak pantas kita dimasukan ke dalam syurga di akherat nanti,kenapa.........  ?

Karena ibadah kita sedikit sekali, sedangkan dosa kita banyak sekali, hampir tiap hari dosa kita lakukan, ada aja dosa yang kita lakukan, ntah dosa kecil yang tidak kita merasa melakukan sampai dosa yang sengaja dilakukan.

Dari dosa yang disebabkan anggota tubuh, seperti mata, telinga, mulut, tangan, kaki, hati dan lain sebagainya.

Mata berdosa dengan melihat yang bukan haknya, telinga berdosa dengan mendengar hal-hal yang tak baik, mulut berdosa dengan kata-kata yang menyakiti hati orang lain , gibah dan fitnah, begitu juga tangan dan kaki juga berdosa ketika digunakan pada jalan yang dimurkainya.

Sedangkan hati ikut berdosa karena, telah merendahkan orang lain dan mengunjingkannya, walaupun tidak dikatakannya.

Banyak orang mengira bahwa amal ibadahnya sudah banyak sekali, tapi terkadang lupa, karena ibadahanya sering diikuti dengan niat yang keliru alias bukan karena Allah, tapi ingin di katakan pahlawan, bagi yang perang melawan penjajah, ingin dikatakan dermawan bagi yang menyumbang atau beramal dengan harta, atau ingin disebut ilmuwan bagi yang beramal dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Padahal amal apapun namanya, bila niatnya untuk mencari ridho Allah atau semata-mata hanya karena Allah, itulah amal yang insya Allah akan diterimaNya.

Namun bila terjadi sebaliknya, bukan pahala yang didapat, tapi kehinaan dariNya. Bukan syurga yang didapat, bisa jadi malah nereka menjadi tempatnya yang abadi.

Jangan pernah beranggapan bahwa kalau kita masuk syurga ( ingat, kalau........ ! ) itu karena ibadah kita, bukan, bukan ibadah kita yang menyebabkan kita masuk syurga, tapi kasih sayang Allah semata.

Karena kalau ibadah yang menyebabkan kita masuk syurga, malu kita.........!

Ibadah kita amat sangat sedikit sekali, dan kalau untuk membalas satu aja dari karunia Allah yang kita terima selama di dunia, tak akan terbalas, apa lagi untuk mendapatkan syurga Nya.Jadi, masuk syurga atau tidaknya kita nanti, itu urusan Allah, itu hak Allah, kewajiban kita hanya menjalankan perintahNya titik.........!!

Di luar itu......., bukan urusan kita.

Bayangkan aja, dari usia yang begitu banyak setelah di total kurang lebih hanya 5 tahun, itu akumulasi dari sholat kita yang hanya 6 menit setiap waktunya atau (6 menit X 5 waktu ) 30 menit setiap harinya, mari kita hitung :

Satu tahun itu 365 hari dibagi dengan waktu 30 menit setiap harinya kita sholat, maka akan di dapat hanya kurang lebih 12 hari dalam setahun kita sholat.

Nah kalau usia kita misalnya, tarulah mencapai usia 60 tahun, berarti 60 di bagi 12 akan di dapat angka 5, ya hanya 5 tahun dalam asumsi usia 60 tahun, kalau itu jadikan porsentase, maka kita dapatkan angka5:60X100% = 8,33 %.

Bayangkan, kita sholat hanya 8,33 % dari seluruh usia kita yang di asumsikan 60 tahun, itupun di hitung sejak nol tahun, padahal kita mengetahui kewajiban sholat baru jatuh pada usia akil balig, kurang lebih rata-rata usia 15 tahun.

Kalau dipakai rumusan rata-rata ini, maka hitungannya adalah asumsi usia dikurangi usia balig di bagi dua belas yaitu 60-15= 45 : 12= 3,75 tahun, jadi lebih sedikit lagi.

Kalau di jadikan prosentase 3,75:60 X100%= 6,25 %, nah bayangkan, dalam asumsi usia 60 tahun kita hanya sholat, 3,75 tahun alias hanya 6,25 %...!

Itupun kalau sholatnya lengkap 5 waktu setiap harinya dari mulai balig sampai usia 60 tahun, kalau sholatnya bolong-bolong, ya tentu lebih sedikit lagi waktunya untuk sholat.

Nah inilah makanya nabi mengajarkan kita untuk sholat nawafil, sholat-sholat sunnat, seperti sholat rawatib, sholat sunnah tahajud, witir, tarawih, sholat sunnat wudhu dan lain sebagainya, itulah fungsi sholat sunnat, “menambal” sholat-sholat wajib kita, yang bisa saja “bolong-bolong”, bolongnya bukan hanya benar-benar meninggalkan sholat atau niat sholatnya yang salah, bukan karena Allah, tapi riya.

Kembali kepada perhitungan waktu sholat, untuk perempuan lebih sedikit lagi waktu yang dipergunakan untuk ibadah sholat, sebab perempuan akan mendapat “tamu bulanan”, yang rata-rata tarulah 10 hari perempuan tiap bulannya tidak sholat karena mendapat “tamu bulanan “, kalau dihitung 10 (hari) X 6 (menit) X 5 (waktu) =300 menit berkurang setiap bulan, kalau setahun, 300 X 12= 3600 menit, kalau 60 tahun berarti 3600X 60 =216000 menit berkurannya. 216000 menit : 24 = 9000 hari, kalau dijadikan bulan 9000 : 30= 300 bulan, kalau dijadikan tahun di dapat(300 : 12 ) 25 tahun......!!
!
Jadi untuk perempuan asumsi ibadahnya dalam usia 60 tahun di kurangi usia balig lalu dikurangi akumultif “tamu bulanan”nya yaitu 60-15-25 = 20 : 12= 1,66 tahun............!!!

Kalau dijadikan prosentase 1,66:60X100%=2,77 %.

Dengan hasil perhitungan ini, wanita secara rata-rata dalam asumsi usianya yang 60 tahun sholat hanya 1,66 tahun atau hanya 2,77 % saja.......!!!

Astagfirullah Hal adziim....!!!

Makanya Nabi pernah bersabda : “ Dalam ibadah sholat wajib secara rata-rata lelaki ”melebihi “ perempuan”
Maaf perempuan jangan marah dulu..........., banyak kelebihan lain yang dimiliki perempuan di bandingkan laki-laki, misalnya hadist yang berbunyi : “ Syurga di bawah telapak kaki Ibu “ hadist yang lain berbunyi : “ Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang sholeha “
Bahagialah wahai kaum wanita, syurga dan dunia ada di tanganmu, yang bicara bukan saya, Nabi sendiri melalui sabdanya.......!!!

Kembali pada ibadah kita, yang bila data atau perhitungan di atas kita jadikan acuan, niscaya kita malu, malu dan malu sekali pada Allah Subhanaahu Wa Ta'ala, ibadah yang begitu sedikit minta syurga, terkadang minta syurga nya pun tak tanggung-tanggung, syurga Firdaus, syurga tertinggi yang tempatnya para rasul dan nabi.

Dengan fakta-fakta tersebut, maka jika di akherat nanti kita masuk syurga, itu semata-mata hanya karunia Allah, bukan karena amalan kita, amalan kita tak cukup untuk memasuk kita ke dalam syurga, amalan kita tak pantas memasukan kita ke syurga, lagi-lagi itu hanya karunia Allah pada kita, itu hanya karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang pada kita, kalau tidak karena karunia Allah, maka kita pantasnya di masukan ke neraka.!!!

Mari kita bermohon kepada Allah, agar Dia memberikan karunia Nya kepada kita, bukan karena ibadah kita, tapi karunia Nya !

Ya Tuhan kami, berikanlah kami keselamatan di dunia dan kebahagaian di akherat dan selamatkanlah kami dari neraka .

Ya Alllah, hamba tak pantas masuk syurga Mu, tapi ya Allah, hamba tak sanggup menahan panasnya api nerakaMu, jangan api di neraka Mu ya Allah, api di dunia saja, sudah dapat menghancur leburkan daging dan tulang belulang hamba menjadi debu........!

Ya Allah, lindungi hamba dari azab kubur dan neraka Mu.

Hamba memang tak pantas masuk syurgaMu, tapi neraka Mu, hamba tak mampu membayangkan panasnya, apa lagi memasukinya.

Api dunia saja sudah dapat membakar seluruh tubuh kami dan dapat menghancurkan kami menjadi abu, apalagi api neraka Mu, yang kalau dihitung dengan derajatnya, nyaris tak terhitung....... !

Maka... Ya Allah, selamatkan hamba dari nerakaMu ya Allah, masukan hamba ke dalam syurga Mu yang penuh kenikmatan.

Ya Allah, hamba memang tak pantas masuk syurgamu, malu hamba masuk syurgamu dengan amalan yang sedikit hamba miliki, tapi kemana hamba minta syurga, kecuali pada Mu.........?

Kemana hamba memohon ampun, kecuali kepadaMu..........?

Benar-benar hamba malu, jika dimasukan ke dalam syurga Mu, karunia mata saja tak dapat hamba membalasnya, apa lagi syurgamu yang penuh dengan kenikmatan yang tak terpikir oleh manusia

Amin..........

RAHASIA YANG TERSEMBUNYI DARI MATA DAN TELINGA

Pernahkah terlintas dalam benak Anda mengapa manusia mempunyai dua buah mata yang posisinya di wajah seperti yang kita miliki saat ini........?

Mengapa tidak disamping layaknya kedua telinga kita, atau dibelakang kepala..........?

Tentu saja dengan keterbatasan akal dan pikiran manusia kita tidak akan dapat mencari tahu jawabannya, karena itu semua adalah rahasia dari Allah Subhanaahu Wa Ta'alla yang Maha Agung. Sewaktu orang tua kita mengandung tanpa mereka minta kepada Allah Subhanaahu Wa Ta'alla, secara otomatis kedua bola mata akan berada diwajah kita dan kedua telinga kita akan berada disamping kepala.

Kita hanya bisa menerka apa maksud dibalik pemberian Allah tersebut.

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang.

Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Kita tidak dapat merubah apa yang telah lalu.

Masa lalu yang kelam hanya akan menjadi kerikil didalam sepatu yang akan melukai hati dan perasaan bila diingat-ingat kembali dan hanya akan menimbulkan penyesalan.

Masa lalu yang indah merupakan keberhasilan kita dalam menjalani kehidupan untuk menatap masa depan.
Kita dilahirkan dengan dua buah telinga di kanan dan di kiri, untuk bisa mengumpulkan segala informasi baik pujian ataupun kritik, dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

Tidak perduli dari mana datangnya suara, dari atas, dari bawah, samping kiri, samping kanan suara akan tertangkap oleh kedua telinga yang mencerminkan keseimbangan dalam menerima.

Bila kita berani mengkritik seseorang maka harus dengan jiwa besar pula menerima kritikan dari orang lain.

Apa yang kita anggap berhasil belum tentu orang lain akan menganggapnya sebagai suatu keberhasilan.

Suara pujian dari orang jangan membuat kita menjadi besar kepala dan terlena akan kesuksesan, dan sebaliknya cacian jangan membuat kita menjadi murka dan patah semangat dalam mencari kebenaran.

Kita lahir dengan dua mata dan dua telinga, tapi kita hanya diberi satu buah mulut.

Walaupun hanya satu buah, akan tetapi mulut dapat menyebakan banyak hal, bisa kebaikan bisa pula kejahatan,bisa menguntungkan dan bisa pula merugikan, mulut bisa membunuh, dapat membuat orang yang benar menjadi salah demikian pula sebaliknya.

Tidaklah salah bila ada pepatah yang menyatakan mulutmu harimaumu, maka ingatlah, bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Dengan lisan kita dunia bisa hancur dan dengan lisan kita pulalah dunia ini akan makmur.

Kita lahir hanya dengan sebuah hati jauh di dalam tulang iga kita.

Bila hati sudah disakiti, sekecil apapun, perkaranya bisa menghilangkan nyawa orang sekalipun.

Hati dapat merespon rasa cinta dan rasa benci.

Jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintainya.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

Penolakan akan terasa sangat pahit dan menyakitkan di hati.

Kedua kaki kita tidak akan pernah protes untuk di ajak berjalan, walaupun ke tempat maksiat sekalipun, menginjak-injak hak orang lain.

Begitu juga dengan kedua belah tangan ini, mereka tidak pernah menolak sewaktu diperintahkan untuk mengambil apa yang bukan haknya.

Tetapi jangan lupakan suatu hal, sekecil apapun yang pernah kita lakukan tidak akan pernah luput dari pengamatan dan catatan Allah Subhanaahu Wa Ta'alla. dan catatan tersebut tidak pernah salah.

Didunia memang anggota tubuh kita tidak pernah melakukan protes bila diminta melakukan sesuatu.

Tetapi............anggota tubuh akan bersaksi dihadapan Allah untuk melaporkan dan membenarkan apa yang telah pernah kita lakukan semasa didunia.

Ya Allah ya Rob, Ampunkanlah dosa-dosa kami, lindungilah kami selalu dari segala perbuatan tercela, dari segala perbuatan yang Engkau laknat, berikanlah kekuatan dan bimbinglah kami untuk mempergunakan anggota tubuh kami ini dalam kebaikan, dan di akherat nanti kami mohon jangan sampai anggota tubuh ini berbicara tentang keburukan yang telah kami lakukan yang dapat mengurangi timbangan pahala kami ya Allah….